15 Pantangan setelah Pasang Behel agar Behel Tidak Rusak!

Daftar Isi

Menggunakan behel atau kawat gigi adalah salah satu langkah untuk merapikan susunan gigi yang tidak rapi atau bertumpuk. Namun, ada beberapa pantangan setelah pasang behel yang sebaiknya diperhatikan dan diikuti guna menghindari  risiko kerusakan alat dan menjaga keberhasilan perawatan.

Kabar baiknya, pada kesempatan ini kami sudah merangkum apa saja pantangan  yang perlu Anda hindari sebagai pengguna behel atau kawat gigi. Panduan ini telah ditinjau oleh dokter gigi klinik terbaik Mydents Dental Care.

Jika Anda baru saja pasang behel dan memiliki pertanyaan lebih lanjut, Anda juga dapat memanfaatkan layanan konsultasi gratis secara online via chat dari Mydents. Jika Anda memiliki keluhan atau pertanyaan terkait kesehatan gigi dan mulut, cobalah untuk konsultasi lebih dulu sebelum membuat janji temu.

Cek juga: dokter dan klinik gigi spesialis terbaik

Mengapa Ada Pantangan setelah Pasang Behel?

Pantangan merupakan segala hal yang sebaiknya tidak dilakukan demi menghindari efek negatif pada kesehatan mulut dan efektivitas penggunaan behel. 

1. Tujuan

Tujuan menghindari berbagai pantangan setelah pasang behel, antara lain:

  • Tujuan utamanya menjaga agar behel tidak rusak.
  • Memberikan kenyamanan setelah pasang behel dan selama proses adaptasi.
  • Mengurangi rasa sakit atau nyeri. 
  • Menunjang  kebersihan mulut tetap maksimal.
  • Mempercepat hasil penggunaan behel seperti merapikan gigi tonggos secara efektif.
  • Menghindari risiko atau komplikasi yang tidak diinginkan.

Baca juga: harga pasang behel terbaru

Berapa lama sakit setelah pasang behel? Sebenarnya efek samping pasang behel seperti sakit dan nyeri setelah pemasangan tidak selalu dialami oleh semua orang. Namun, kalau Anda merasakan sakit setelah pasang behel, umumnya rasa nyeri tersebut akan berangsur hilang dalam waktu maksimal 2 minggu.

2. Risiko

Mengabaikan berbagai pantangan setelah pasang behel, dapat menimbulkan beberapa risiko buruk, antara lain:

  • Kerusakan pada behel, bracket, atau kawat sehingga tidak berfungsi secara maksimal.
  • Proses merapikan gigi terganggu dan menjadi lebih lama, atau bahkan tidak memberikan manfaat sama sekali.
  • Menimbulkan gejala tidak nyaman, nyeri, atau iritasi pada bagian tertentu dalam mulut, seperti pipi bagian dalam, gusi, atau bibir.
  • Meningkatnya resiko karies atau gigi berlubang akibat sisa makanan yang terjebak di sela-sela bracket dan kawat.
  • Perawatan tambahan untuk mengatasi masalah baru yang muncul.

Pantangan ini penting untuk dipertimbangkan sebelum  Anda memutuskan memasang behel gigi. Pasalnya, mengabaikan pantangan tertentu bisa menimbulkan masalah baru, yang akhirnya justru meningkatkan biaya pengobatan dan perawatan gigi setelahnya.

Daftar Pantangan setelah Pasang Behel Gigi

Nah, lantas apa saja pantangan tersebut? Berikut daftar segala sesuatu yang sebaiknya Anda hindari setelah memasang kawat gigi (ditinjau dokter gigi Mydents).

1. Mengonsumsi Makanan Renyah dan Keras

Makanan yang harus dihindari setelah pasang behel ini contohnya antara lain:

  • Kacang
  • Permen keras
  • Keripik
  • Apel keras

Beberapa contoh di atas memiliki tekstur padat yang berpotensi merusak struktur behel khususnya bagian bracket dan kawat. Gigitan langsung dapat membuat bracket copot atau kawat bengkok.

Kenapa behel bisa lepas saat makan makanan keras? Makanan keras memberikan tekanan yang sangat besar melebihi ketahanan behel, sehingga memerlukan perbaikan ulang oleh dokter.

2. Makanan Lengket dan Mudah Menempel

Contohnya permen karet, karamel, marshmallow dan dodol. Makanan ini mudah menempel di permukaan behel dan  sulit dibersihkan. Jika tidak segera dibersihkan, sisa makanan ini dapat menyebabkan infeksi atau behel copot karena makanan lengket dapat menyebabkan bracket tertarik oleh lengketnya makanan tersebut. 

3. Makanan Berserat yang Mudah Nyangkut

Makanan berserat, terutama yang bertekstur alot atau tipis, cenderung mudah tersangkut di sela-sela antara behel dan gigi, contohnya antara lain:

  • Daging merah (sapi, kambing, kerbau, banteng kalau ada)
  • Ayam suwir
  • Sayuran seperti daun bayam
  • Jagung rebus
  • Buah nanas

Pakai behel boleh makan bakso? Boleh, namun sebaiknya tetap Anda hindari karena bakso (apalagi yang urat) adalah makanan berserat tinggi. Serat ini seringkali tidak terjangkau oleh sikat gigi biasa dan bisa menumpuk menjadi plak atau karang gigi jika tidak segera dibersihkan.

4. Makanan dan Minuman yang Sangat Dingin

Apakah setelah pasang behel boleh minum es? Ya, minum es atau mengonsumsi es krim lembut justru dianjurkan pada minggu pertama setelah pemasangan behel. Suhu dingin dari es dapat membantu meredakan rasa nyeri dan peradangan ringan pada jaringan gusi serta gigi yang sedang beradaptasi dengan kawat behel.

Contoh makanan yang sangat dingin dan tidak dianjurkan adalah es krim beku atau es batu karena dapat menyebabkan sensitivitas gigi meningkat. Selain itu, suhu dingin ekstrem dapat membuat bracket mudah lepas karena kontraksi mendadak dari logam.

5. Minuman Asam atau Bersoda

Minuman seperti jus lemon, jus jeruk, soda, dan minuman berenergi memiliki kandungan asam tinggi yang dapat mengikis enamel gigi. Dalam jangka panjang, ini akan memperburuk kondisi gigi yang sudah melemah akibat pemasangan behel dan membuat gigi rentan berlubang.

6. Makanan Terlalu Pedas 

Makanan yang mengandung banyak cabai atau rempah tajam bisa memicu iritasi pada mulut yang masih dalam masa adaptasi terhadap behel. Selain itu, konsumsi makanan pedas dapat memperparah iritasi dan sariawan yang sering terjadi pada minggu-minggu awal pemasangan. Meski begitu, sariawan setelah pasang behel sebenarnya tidak dialami oleh semua orang.

7. Makanan dan Minuman Sangat Panas

Pantangan setelah pasang behel selanjutnya adalah makanan panas seperti kuah mendidih, kopi panas, atau nasi yang baru matang bisa menyebabkan rasa nyeri, peradangan, dan meningkatkan sensitivitas. Panas berlebih juga bisa mengganggu kekuatan lem pada bracket dan membuat bracket cepat lepas.

8. Kebiasaan Menggigit Benda Keras

Ada beberapa kebiasaan buruk saat memakai behel seperti:

  • Onikofagia: kebiasaan menggigit kuku.
  • Oral parafunctional habit: kebiasaan menggigit benda keras seperti pulpen, pensil, atau sedotan.
  • Gangguan makan pica: memakan (tidak hanya menggigit) sesuatu yang bukan makanan seperti tanah, paku, beling, dan sebagainya.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut harus Anda hindari, ini adalah salah satu penyebab bracket rusak atau kawat patah yang paling umum. Selain merusak behel, kebiasaan ini juga tidak higienis dan berisiko menularkan bakteri.

9. Kebiasaan Mengunyah Makanan di Satu Sisi Saja

Beberapa orang memiliki kebiasaan mengunyah makanan hanya di satu sisi, kiri atau kanan saja. Kebiasaan ini dalam medis lebih dikenal sebagai unilateral mastication. Kebiasaan ini menyebabkan tekanan tidak seimbangpada behel. Hal ini membuat pergerakan gigi tidak seragam dan memperlambat proses perataan gigi.

10. Makan Terlalu Cepat dan Terburu-Buru

Makan terlalu cepat dan terburu-buru meningkatkan resiko makanan tidak dikunyah dengan benar. Gigi yang belum beradaptasi bisa mengalami tekanan mendadak yang menyebabkan bracket lepas atau tidak sengaja mengenai bagian dalam mulut yang mengakibatkan iritasi hingga luka berdarah akibat gesekan.

11. Mengabaikan Sikat Gigi setelah Makan

Kondisi gigi sehat pun sangat dianjurkan melakukan perawatan paling dasar: sikat gigi setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur, apalagi ketika Anda menggunakan behel. Sisa makanan akan sangat mudah terselip di antara bracket dan kawat. Jika tidak dibersihkan dengan menyikat gigi akan memicu plak, karang gigi, dan infeksi gusi.

Baca juga: sikat gigi untuk pengguna behel

12. Menggigit Makanan dengan Potongan Besar

Langsung menggigit makanan berukuran besar seperti burger utuh, paha ayam, atau jagung rebus dapat menimbulkan tekanan besar pada gigi dan behel.Dampaknya, behel mendapat tekanan yang dapat mengurangi efektivitas fungsinya. Sebaiknya potong kecil-kecil dulu makanan Anda sebelum dikunyah.

13. Merokok

Pantangan setelah pasang behel berikutnya yaitu merokok, beberapa dampaknya antara lain:

  • Menyebabkan noda di behel dan gigi karena kandungan nikotin dalam tar
  • Menghambat proses penyembuhan jaringan mulut.
  • Meningkatkan risiko muncul penyakit gusi dan gigi keropos
  • Memperparah iritasi mulut
  • Menurunkan efektivitas perawatan behel secara keseluruhan

Merokok merupakan kebiasaan buruk saat menggunakan behel maupun tidak.

14. Mengabaikan Jadwal Kontrol Rutin ke Dokter Gigi

Kontrol behel ke dokter gigi yang menangani sangat diperlukan karena:

  • Evaluasi kemajuan dan perkembangan keselarasan gigi
  • Penyesuaian rutin pada kawat dan alat pendukung
  • Mendeteksi dini masalah atau komplikasi yang mungkin terjadi
  • Memantau kesehatan rongga mulut secara keseluruhan
  • Edukasi pasien apa yang boleh dan tidak boleh sesuai kondisi spesifik masing-masing.

Jika kontrol dilewatkan, pergerakan gigi bisa tidak optimal dan berpotensi menyebabkan ketidak seimbangan baru sehingga kondisinya menjadi semakin parah.

15. Mengabaikan Saran atau Instruksi Dokter Gigi

Perhatikan dua hal penting ini: pertama, rencana perawatan setiap pasien berbeda tergantung kondisinya. Kedua, setiap jenis behel membutuhkan perawatan yang berbeda, contohnya behel self ligating memerlukan pendekatan berbeda dibandingkan behel konvensional. Maka dari itu, mengikuti instruksi dokter sangat penting agar hasil perawatan tetap maksimal.

Baca juga: harga behel damon

Anjuran Makanan setelah Pasang Behel

Jangan abaikan pantangan dan saran dokter, karena anjuran makanan setelah pasang behel pun bisa saja tidak sama antara satu pasien dengan pasien lainnya.

1. Rekomendasi Makanan Lunak yang Aman

Secara umum, rekomendasi makanan yang aman adalah makanan lunak untuk pengguna behel, seperti:

  • Bubur
  • Sup hangat
  • Smoothie
  • Tahu kukus
  • Pisang matang
  • Telur orak-arik
  • Kentang tumbuk
  • Oatmeal
  • Olahan ikan
  • Agar-agar
  • Susu dan yogurt
  • Jus buah dan sayur

Makanan lunak dan kecil mudah dikunyah dan tidak memberikan tekanan besar pada behel, serta meminimalisir sisa makanan tertinggal atau menyangkut di behel.

2. Tips Mengatur Pola Makan

Mengatur pola makan umumnya dimulai dari hari pertama hingga 1 bulan setelah pemasangan behel.

  • Minggu pertama yaitu masa adaptasi awal, tujuannya untuk menghindari rasa nyeri, tidak nyaman, sensitif, atau gejala bengkak. Pada periode waktu ini, sebaiknya fokus pada makanan yang sangat lunak dan suhu suam-suam kuku. Hindari makanan atau minuman yang sangat panas atau dingin.
  • Minggu kedua masuk ke masa transisi, secara bertahap mulai mencoba makanan bertekstur sedikit lebih padat seperti nasi lembek atau daging ikan yang empuk. 
  • Minggu ketiga dan seterusnya, jika tidak ada keluhan berarti, Anda bisa mulai makan seperti biasa namun tetap hindari makanan pantangan. Pastikan Anda tetap kontrol rutin ke dokter gigi.

Tips Tambahan Merawat Behel di Minggu Pertama

Selain memilih makanan yang aman, serta menghindari pantangan setelah pasang behel gigi, berikut cara merawat behel setelah pemasangan pada minggu pertama. Ini adalah waktu yang sangat krusial, jadi harus benar-benar Anda perhatikan.

1. Gunakan Obat Kumur Antiseptik Ringan

Obat kumur antiseptik ringan sangat cocok untuk orang yang sedang menggunakan behel gigi, memiliki gusi sensitif, atau setelah menjalani perawatan tertentu.

Biasanya mengandung chlorhexidine dosis rendah, tidak menyebabkan iritasi dan mulut kering, serta cocok untuk penggunaan harian jangka panjang. Apakah ada saran merek obat kumur ringan? Anda akan mendapatkan rekomendasi dari dokter gigi Mydents sesuai dengan kondisi spesifik masing-masing.

2. Gunakan Wax Ortodonti Jika Sariawan Muncul

Apa itu wax ortodonti? Sederhananya, ini adalah lilin behel gigi yang bertujuan untuk melindungi serta mengantisipasi gesekan behel gigi dengan gusi, bibir, atau pipi bagian dalam.

Penggunaan lilin behel lebih direkomendasikan terutama saat awal-awal pemakaian selama masa adaptasi. Dengan begitu, pengguna akan merasa lebih nyaman saat beraktivitas sehari-hari.

3. Hindari Aktivitas Ekstrem

Aktivitas ekstrem di sini termasuk olahraga kontak fisik, seperti:

  • Gulat
  • Berkelahi
  • Tinju
  • Sepak bola
  • Bola basket
  • Karate
  • Rugby
  • Dan sebagainya.

Hindari olahraga kontak fisik tersebut selama masa awal pemasangan behel untuk mencegah cedera akibat benturan pada mulut.

Kesimpulan: Disiplin Kecil, Hasil Besar

Perhatikan bahwa berbagai pantangan setelah pasang behel di atas tidak sepenuhnya dilarang. Kebanyakan merupakan tindakan yang sebaiknya Anda hindari agar behel memberikan manfaat dan hasil terbaik merapikan gigi. Jika behel sudah dilepas, untuk menjaga gigi rapi tidak kembali ke posisi semula, gunakan retainer gigi.

Satu hal lain yang sangat penting yaitu: Setiap pasien memiliki kondisi unik, maka ikuti saran dokter secara personal. Jika Anda baru saja pasang behel, konsultasikan jadwal kontrol serta panduan makan kepada dokter gigi Anda untuk hasil maksimal. 

Jika Anda baru pasang behel, konsultasikan jadwal kontrol dan panduan makan bersama tim ortodontis Mydents di cabang terdekat.

Nah, demikian itulah apa saja daftar pantangan setelah pasang behel yang memang sebaiknya Anda hindari. Semoga membantu, ya!

Ditinjau oleh: drg. Nisti Yulia

FAQ Seputar Pantangan setelah Pasang Behel

Minum kopi atau teh (berkafein) diperbolehkan dalam jumlah terbatas. Hanya saja selama masa awal adaptasi di minggu pertama dihindari. Hindari konsumsi berlebihan karena kandungan asam dan gula dapat menimbulkan noda serta mempercepat pembentukan plak. Selain itu, konsumsi berlebihan jangka panjang berpotensi membuat warna gigi, bracket, dan karet behel berubah.

Umumnya pada minggu ketiga, tetapi tergantung kondisi masing-masing pasien. Pastikan berkonsultasi dahulu sebelum mencoba.

Diperbolehkan asal tidak berlebihan dan tidak dalam kondisi mulut sedang sariawan. Respons setiap orang bisa berbeda. Hanya saja, sebaiknya menghindarinya supaya tidak menimbulkan masalah baru.

 

Tidak sengaja makan makanan keras setelah pasang behel itu sama seperti anak sekolah yang salah menulis tanggal setelah tahun baru. Makan makanan keras atau sangat keras dapat menyebabkan behel terasa longgar, kawat bengkok, bracket lepas, atau masalah yang lain. Segera kontrol ke dokter gigi yang menangani jika merasakan gejala-gejala tersebut.

Mengunyah permen karet saat pakai behel (kawat gigi) tidak dilarang, namun sebaiknya dihindari agar tidak merusak kawat gigi.

Siap untuk wujudkan senyum idealmu?

Yuk konsultasi dengan dokter gigi ahli kami 🙂