10 Pantangan setelah Tambal Gigi agar Awet dan Tidak Sakit!
Daftar Isi
Tujuan utama tambal gigi (dental filling) adalah memperbaiki gigi berlubang dan mencegah kerusakan gigi yang lebih parah. Agar tambalan gigi bisa tahan lama, Anda perlu memahami apa saja pantangan setelah tambal gigi.
Namanya pantangan, tentu merupakan suatu keharusan untuk dihindari. Pada kesempatan ini, Mydents Dental Care akan memberikan daftar pantangan setelah tambal gigi sementara maupun permanen.
Catatan: artikel ini sudah ditinjau oleh dokter gigi profesional klinik Mydents
Mengapa Penting Menghindari Pantangan setelah Tambal Gigi?
Sesuai dengan judul, menghindari pantangan bertujuan agar tambalan gigi awet dan terhindar dari gejala sakit setelah ditambal. Nah, biar makin jelas, simak penjelasan berikut.
1. Tambalan Gigi Butuh Waktu
Inilah alasan mengapa perlu memperhatikan pantangan setelah tambal gigi. Anda perlu mengetahui bahwa terdapat jenis tambalan yang membutuhkan waktu untuk mengeras sempurna, misalnya tambalan sementara yang biasanya digunakan selama perawatan saluran akar.
Berbeda dengan tambalan sementara, tambalan gigi dengan bahan resin komposit yang merupakan bahan tambal permanen dapat mengeras dengan cepat menggunakan alat light curing yang memancarkan cahaya biru berintensitas tinggi. Dengan alat tersebut, tambalan dapat mengeras dalam waktu 2-20 detik.
Setelah proses penambalan selesai, beberapa kasus memerlukan waktu untuk penyembuhan menyeluruh. Efek samping tambal gigi permanen selama masa adaptasi tersebut bisa berupa ngilu yang tergolong ringan. Kabar baiknya, tidak semua orang mengalami gejala itu selama menghindari semua pantangan setelah tambal gigi permanen.
Secara umum, gejala ringan akan hilang dalam 1-2 hari pasca-perawatan. Selama itu pula sebaiknya mengikuti anjuran dokter gigi, seperti kontrol rutin untuk pengecekan dan mengkonsumsi resep obat yang diberikan.
2. Risiko Jika Mengabaikan Pantangan
Mengabaikan pantangan setelah tambal gigi dapat mendatangkan risiko yang sama sekali tidak baik, seperti:
a. Tambalan Cepat Rusak
Durasi keawetan tambalan gigi bervariasi, mulai dari 5-10 tahun, atau bahkan bisa lebih lama untuk jenis bahan tambal resin komposit. Mengabaikan pantangan akan membuatnya cepat rusak, misalnya belum genap 1 tahun sudah patah dan perlu ditambal ulang atau menjadi sumber masalah baru, seperti gigi hitam di bawah tambalan, yang artinya tambalan bocor dan ada lubang baru di bawah tambalan tersebut.
b. Gejala Nyeri Berkepanjangan
Oh, saya memiliki cukup uang untuk biaya tambal gigi ulang. Oke. Namun, apakah Anda juga akan bisa santai jika mengalami nyeri berkepanjangan dan tak tertahankan? Kami pikir tidak, sehingga tetap perlu mengindahkan semua pantangan setelah tambal gigi.
c. Infeksi Kronis dan Parah
Salah satu efek makan keras setelah tambal gigi adalah menjadi infeksi (kalau sudah parah). Secara logika mudah saja, seperti gigi berlubang, tambalan gigi yang rusak memungkinkan bakteri dan kuman masuk lewat celah tersebut.
d. Gigi Sensitif
Ngilu karena gigi sensitif juga merupakan risiko mengabaikan pantangan setelah tambal gigi.Â
e. Membutuhkan Perawatan Selain Tambal Gigi
Jika sudah mengalami infeksi, kemungkinan besar Anda tidak hanya butuh tambalan ulang, melainkan juga perawatan lanjutan, seperti Perawatan Saluran Akar (PSA).
10 Pantangan setelah Tambal Gigi yang Harus Anda Tahu
Nah, inilah pokok pembahasan yang harus Anda tahu sebelum (dan sesudah) melakukan tambalan gigi.
1. Mengonsumsi Makanan yang Keras
Anda perlu menghindari makan makanan yang keras pada gigi yang baru saja ditambal karena dikhawatirkan akan memberikan tekanan berlebihan pada tambalan gigi.
Saran: Konsumsi makanan yang lembut. Apabila Anda mengonsumsi makanan yang keras, distribusikan beban kunyah ke gigi-geligi lainnya, jangan hanya menggigit makanan keras di gigi yang baru ditambal saja.
2. Makanan dan Minuman yang Sangat Panas atau Dingin
Pantangan makanan setelah tambal gigi selanjutnya adalah yang terlalu panas atau terlalu dingin. Gigi yang baru saja ditambal cenderung sensitif terhadap suhu yang ekstrim.
Saran: untuk sementara, hindari minum air mendidih. Kalau minum kopi seduh, Anda perlu meniup atau menunggu sampai suhunya tidak panas terlebih dahulu.
3. Makanan yang Lengket
Makanan lengket berisiko membuat tambalan terlepas, apalagi kalau belum mengeras sempurna.
Saran: jika Anda diajak makan dodol atau permen karet, sebaiknya Anda tunda dulu konsumsi makanan lengket tersebut sampai setidaknya 24 jam setelah penambalan gigi.
4. Makan dan Minum dalam 30 Menit Pertama
Jenis tambalan tertentu tidak langsung mengeras setelah diaplikasikan pada gigi, misalnya tambalan GIC. Oleh karena itu, Anda perlu menunggu sekitar 30 menit sebelum makan atau minum.
Saran: tanyakan rekomendasi kepada dokter gigi yang menangani prosedur penambalan.
5. Langsung Mengunyah Menggunakan Sisi Gigi Tambalan
Sebagaimana yang sudah kami sampaikan, bahan tambalan membutuhkan waktu untuk mengeras dengan sempurna. Langsung mengunyah menggunakan sisi gigi tambalan dapat membuatnya rusak.
Saran: gunakan sisi lain gigi yang sehat dan kuat atau konsumsi makanan lembut untuk sementara.
6. Menyikat Gigi dengan Brutal
Menyikat gigi dengan brutal itu seperti apa? Menyikat dengan keras saat menekan, terlalu cepat saat menggosok, dan terburu-buru dalam segala hal. Gusi tersodok sikat gigi berisiko sariawan, sedangkan sikat yang langsung mengenai tambalan terlalu keras akan merusaknya.
Saran: sikatlah dengan santai dan berhati-hati menggunakan metode yang benar, yakni dengan gerakan memutar atau satu arah (dari arah gusi ke luar).
7. Tidak Menjaga Kebersihan Rongga Mulut
Apabila Anda tidak menjaga kebersihan rongga mulut, sisa-sisa makanan dapat menumpuk di gigi dan sisa tambalan, sehingga dapat menyebabkan lubang baru.
Saran: Anda harus rutin menjaga kebersihan rongga mulut dengan cara menyikat gigi 2 (dua) kali sehari, di pagi hari setelah sarapan dan di malam hari sebelum tidur.
Â
8. Konsumsi Makanan dan Minuman Manis
Gula yang tinggi bisa menyebabkan terbentuknya karies baru di dekat tambalan, terutama bila kebersihan rongga mulut tidak optimal.
Â
9. Mengabaikan Gejala yang Muncul
Seberapa kecil pun gejala yang muncul setelah tambal gigi, alangkah bijak untuk mengkonsultasikan ke dokter gigi. Dalam hal ini, Anda jangan sampai mengabaikan jadwal kontrol. Kontrol ke dokter gigi spesialis sangat penting untuk memantau kondisi tambalan dan mengantisipasi jika terjadi gejala yang berisiko.
Saran: kontrol rutin ke dokter gigi perawatan setelah tambal gigi minimal 6 (enam) bulan sekali atau sesuai anjuran dokter gigi Anda.
10. Kebiasaan BurukÂ
Contoh kebiasaan buruk sebagai pantangan setelah tambal gigi adalah bruxism (menggertakkan gigi) dan menggigit benda keras, misalnya pensil. Jelas, bruxism pada kondisi gigi normal saja harus dihindari, apalagi ini kondisi rentan setelah tambal gigi.
Saran: gunakan mouth guard dan terapkan metode mengelola stress.
Berdasarkan pantangan di atas, lantas apa bedanya pantangan tambalan gigi permanen dan sementara?
Pada umumnya, tambalan gigi sementara memiliki pantangan yang hampir sama, hanya saja Anda perlu lebih hati-hati saat menggunakan tambalan sementara untuk mengunyah karena lebih rentan lepas, berbeda dengan tambalan permanen yang lebih kuat.
Tips Merawat Tambalan Gigi agar Tahan Lama
Merawat tambalan gigi harus sudah dimulai sejak selesai tindakan sampai seterusnya. Berikut adalah tips merawat tambalan gigi agar dapat awet.
1. Menghindari Menggigit Benda atau Makanan yang Keras pada Gigi yang Ditambal
Makanan dan minuman yang harus dihindari setelah tambal gigi misalnya kategori makanan keras seperti permen, daging merah utuh, karamel, keripik, dodol, dan sebagainya. Sampai kapan? Tenang, hanya sementar, Anda dapat menikmati semuanya kembali saat mendapat izin dari dokter gigi.
2. Cara Menyikat Gigi dengan Aman setelah Tambal Gigi
Apakah boleh menggosok gigi setelah tambal? Secara umum, menyikat gigi tetap menjadi hal yang wajib dilakukan setiap hari. Anda perlu mengetahui cara pemilihan sikat yang tepat, jenis pasta gigi yang sesuai, serta metode yang tidak merusak lapisan gigi.
- Gunakan sikat gigi yang lembut (soft)
- Sikat gigi dilakukan di seluruh permukaan gigi dengan gerakan memutar atau gerakan vertikal dari gusi ke arah luar, searah tumbuhnya gigiÂ
Pasta gigi yang tidak abrasif dan mengandung fluorideCatatan: dokter gigi mungkin menyarankan hal yang berbeda antara satu pasien dengan pasien lain tergantung kondisi spesifik masing-masing.
3. Kapan Harus Kembali ke Dokter?
Apakah tambal gigi sakit? Cabut gigi saja bisa dibuat tidak sakit, tentu saja penambalan gigi juga tidak sakit. Jadi, tak perlu khawatir atau takut berlebihan saat menemui dokter gigi. Anda sebaiknya kembali menemui dokter gigi jika mengalami beberapa gejala, antara lain:
- Muncul rasa ngilu atau nyeri namun tidak kunjung reda
- Gejala bengkak, ruam, atau gatal di kulit sekitar mulut
- Tambalan tampak retak atau memiliki celah
- Tambalan terlepas dari gigi atau patah
Anda perlu kembali ke dokter gigi jika mengalami kondisi di atas, terlepas dari kontrol rutin dalam kondisi sehat untuk melihat kondisi tambalan dan kesehatan rongga mulut Anda secara keseluruhan setiap 6 (enam) bulan sekali.
Ditinjau oleh: drg. Rebecca Grace Agustina
FAQ Seputar Pantangan setelah Tambal Gigi
Boleh, kalau Anda benar-benar tidak bisa menahan untuk mengganti kopi dengan air putih. Namun Anda perlu memperhatikan jenis tambalan yang digunakan. Bahan tambal resin komposit berisiko berubah warna jika terus-menerus terpapar makanan atau minuman berwarna dalam jangka panjang, terutama bila digunakan pada gigi depan, sehingga Anda perlu menghindari pantangan setelah tambal gigi depan.
Boleh, seperti minum kopi, sebenarnya tidak ada larangan mutlak. Habis tambal gigi boleh makan es krim, dengan catatan tidak ada sensitivitas berlebih pada gigi Anda. Ketika Anda baru saja melakukan tahap awal perawatan saluran akar, es krim bisa memperparah rasa ngilu atau nyeri, terutama jika saraf gigi masih sensitif.
Setelah tambal gigi apakah boleh makan? Anda boleh makan segera setelah tambalan selesai, hanya saja makanan yang lunak dan lembut.
Bisa. Makan makanan yang terlalu keras, atau menggigit sesuatu bukan makanan, dapat membuat tambalan gigi lepas/copot. Kondisi tambalan yang belum mengeras sempurna atau tambalan yang memang sudah lama, akan memperbesar risiko tersebut.
Secepatnya datangi dokter gigi yang menangani. Sedikit informasi, tambalan terasa tinggi artinya tambalan lebih menonjol daripada gigi lainnya yang menyebabkan tidak seimbang saat menggigit/mengunyah makanan.
Siap untuk wujudkan senyum idealmu?
Yuk konsultasi dengan dokter gigi ahli kami 🙂

Pasang Behel di Dokter Gigi Umum atau Spesialis Ortodonti? Ini Bedanya


Checklist Lengkap H-1 Sebelum Operasi Gigi Bungsu: Persiapan Tubuh, Mental, dan Logistik

Cabut Gigi Bungsu Pakai BPJS atau Klinik Swasta? Perbandingan Jujur


Single Tooth, All-on-4, atau All-on-6? Panduan Memilih Jenis Implan Gigi yang Tepat
Siap untuk wujudkan senyum idealmu?
Yuk konsultasi dengan dokter gigi ahli kami 🙂