Lidah Tertelan: Fakta, Risiko, dan Tindakan Darurat
Daftar Isi
Lidah tertelan terdengar menyeramkan, sebab lidah notabene sudah berada di dalam mulut. Secara anatomis, lidah tidak bisa benar-benar tertelan seperti halnya makanan karena lidah melekat pada dasar rongga mulut dengan otot-otot dan jaringan pengikat. Namun, dalam kondisi tertentu, seperti saat kejang hebat, otot dapat berada di luar kendali, menyebabkan lidah bisa terjatuh ke belakang dan menutup jalan napas. Inilah yang secara awam disebut sebagai “lidah tertelan” atau tongue swallowing.
Mengapa berbahaya, apa saja risikonya, dan bagaimana tindakan untuk menghindari risiko terburuknya?
Pada kesempatan ini, Mydents Dental Care akan menjelaskan tongue swallowing secara lebih rinci.
Apa Itu Lidah Tertelan dan Mengapa Ini Bisa Berbahaya?
Secara definitif, lidah tertelan adalah kondisi berbahaya yang menyebabkan obstruksi jalan napas karena otot lidah yang terkulai ke belakang. Obstruksi dapat diartikan sebagai penyumbatan di saluran pernapasan yang menghalangi udara keluar-masuk.
Untuk memahami mengapa kondisi ini begitu berbahaya, berikut contoh kasusnya yang pernah terjadi dalam dunia olahraga. Seorang pesepak bola sedang adu banteng di udara untuk menyundul (heading) bola. Nahas, kedua pemain justru berbenturan kepala, lalu salah satu pemain langsung jatuh tak sadarkan diri. Benturan tersebut entah mengapa mengakibatkan pemain sepak bola itu bernapas tidak normal.
Setelah tim medis datang, mereka mengindikasi bahwa salah satu pemain mengalami lidah tertelan, yaitu kehilangan tonus otot saat tidak sadar pasca benturan, mengakibatkan lidahnya terdorong ke belakang (seperti tertelan) dan menyumbat jalan napas.
Masalah terhambatnya jalan napas itulah yang membuat tongue swallowing sangat berbahaya. Udara tidak bisa masuk ke paru-paru, gejala apnea akibat lidah, kekurangan oksigen, hingga pada akhirnya henti napas dan jantung jika tidak segera mendapat pertolongan yang tepat.
Lidah tertelan pemain bola pada contoh di atas hanyalah salah satu kasus, kondisi ini bisa terjadi dari kejadian lain.
Apakah Lidah Benar-Benar Bisa Tertelan?
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, secara anatomis lidah tertelan merupakan istilah yang kurang tepat karena lidah melekat pada dasar rongga mulut.
Berikut ini penjelasan mitos dan fakta terkait kondisi ini.
1. Mitos
Kondisi lidah tertelan (secara harfiah), masuk ke kerongkongan, dan seseorang kehilangan lidahnya sudah jelas merupakan mitos. Lidah terhubung dengan mulut melalui jaringan yang sangat kuat, sehingga mustahil lidah akan copot karena tidak sengaja menelannya.
2. Fakta
Lidah tertelan merupakan kondisi organ ini jatuh ke tenggorokan dan menyumbat saluran pernapasan, tampak seperti tertelan, tetapi bukan tertelan yang sebenarnya.
Kapan dan Mengapa Lidah Bisa Menyumbat Jalan Napas?
Jawaban singkat, bahwa lidah bisa menyumbat jalan napas kapan saja saat tidak sadar, seperti saat epilepsi kambuh, pingsan, kejang demam, cedera kepala, dan sleep apnea. Kondisi tidak sadar itulah yang menjadi penyebab utamanya.
Pada saat seseorang tidak sadar, semua otot di seluruh tubuh termasuk yang ada di lidah berada di luar kendali, akibatnya, lidah kehilangan penopangnya, kemudian jatuh ke belakang arah tenggorokan. Apa jadinya kalau lidah menyumbat tenggorokan? Yang jelas akan mengalami kesulitan bernapas, atau bahkan tidak bisa bernapas sama sekali.
Gejala Lidah Tertelan yang Harus Anda Waspadai
Berdasarkan penjelasan di atas, beberapa gejala sebagai tanda-tanda mengalami tongue swallowing, antara lain:
- Sulit bernapas, jelas karena faring tersumbat lidah. Kesulitan bernapas atau bahkan tidak bernapas sama sekali perlu diperiksa secara detail.
- Bibir membiru akibat kekurangan oksigen dalam darah. Jika sudah pada fase ini, harus secepatnya melakukan pertolongan pertama medis untuk membuka jalan napas.
- Jika masih sadar, tidak keluar suara saat mencoba untuk berbicara. Segera minta bantuan tim medis atau lakukan pertolongan pertama mandiri misalnya dengan menarik rahang bawah ke depan.
- Kehilangan kesadaran, misalnya karena benturan di kepala saat olahraga.
Bahaya Lidah Tertelan Menyumbat Tenggorokan
Apa yang akan terjadi jika membiarkan kondisi ini dalam beberapa menit saja? Alur bahaya dan dampak tongue swallowing dari yang paling ringan sampai gawat darurat sebagai berikut.
- Udara tidak bisa masuk ke paru-paru, sehingga orang itu mengalami apnea atau kesulitan bernapas dalam kondisi tersumbat ringan. Hal ini dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen.
- Henti napas dan jantung yang tergolong kondisi gawat darurat medis, dapat menyebabkan kematian mendadak jika tidak secepatnya ditangani.
- Risiko kematian dalam hitungan menit (biasanya kurang dari 5 menit).
- Komplikasi jangka panjang jika selamat namun sudah mengalami kekurangan oksigen (hipoksia), seperti kerusakan otak permanen, koma, sulit bicara hingga bergerak.
Oleh sebab itulah, perlu segera menerapkan cara mengatasi lidah tertelan sebagai langkah pertolongan pertama secepatnya. Edukasi terkait pertolongan tersebut sangat penting dipahami oleh kerabat atau keluarga dari pihak yang berisiko mengalaminya.
Pertolongan Pertama saat Seseorang Mengalami Lidah Tertelan
Fokus utama adalah membuka kembali jalan napas tenggorokan, namun sebelum itu, lakukan hal berikut.
1. Jangan Panik
Panik justru bisa mengakibatkan tindakan yang tidak perlu. Amankan posisi tubuh korban dan penolong, misalnya kalau terjadi di jalan raya, pindahkan ke lokasi aman lebih dulu.
2. Bantuan Tim Medis
Segera minta bantuan darurat dari tim medis secepatnya, sambil menunggu lakukan pertolongan pertama membuka jalan napas.
3. Respons Korban
Periksa respons dengan memanggil korban atau menggoyangkan bahunya. Jika tidak merespons, berarti korban dalam keadaan kehilangan kesadaran.
4. Cek Pernapasan
Langsung cek napas dari visual dada naik-turun, dengar dengan mendekatkan telinga penolong ke mulut korban, atau merasakan ada embusan napas dari mulut atau hidung korban.
5. Buka Jalan Napas
Buka jalan napas dengan meletakkan satu tangan di dahi korban dan tangan lainnya di bawah dagu, lalu dorong dahi ke belakang untuk mendongakkan kepala sambil mengangkat dagu ke atas.
6. Recovery Position
Pastikan korban sudah bisa bernapas dengan normal, lalu miringkan tubuh korban ke samping (recovery position).
7. Jangan Menarik Lidah
Jika membuka jalan napas dengan menarik dagu ke atas dilakukan secara tepat, seharusnya sudah cukup membuat lidah kembali ke posisi semula (tidak menyumbat tenggorokan). Jadi, jangan menarik lidah dengan tangan maupun benda keras.
Mengatasi lidah masuk ke tenggorokan harus berfokus pada efektivitas; baik efektif waktu maupun tindakan. Menyerahkan ke tim medis menjadi pilihan yang lebih bijak.
Cara Mencegah Lidah Tertelan yang Bisa Menyelamatkan Nyawa
Melihat penyebab lidah tertelan di atas, yaitu kehilangan kesadaran, kejang, atau cedera kepala. Maka langkah preventif yang bisa kita ambil, antara lain:
1. Awareness dan Hati-Hati
Meningkatkan kesadaran dan kehati-hatian, serta edukasi khususnya pada keluarga yang memiliki anggota rentan terhadap kejang, misalnya penderita epilepsi. Dengan demikian saat epilepsi kambuh, keluarga dapat memberikan pertolongan pertama yang efektif dan cepat guna menghindari konsekuensi terburuk.
2. Keamanan Aktivitas
Mengutamakan keamanan, contohnya menggunakan pelindung mulut (mouth guard) saat berolahraga atau perlengkapan keamanan khusus lainnya. Meski bukan pencegahan mutlak, namun dapat mengurangi risiko mengalami kondisi lidah tertelan.
3. Posisi Tidur dan Istirahat
Memastikan posisi tidur yang nyaman, apalagi jika memiliki gangguan tidur seperti sleep apnea. Sekaligus screening sleep apnea untuk mengidentifikasi individu dan mengarahkan pada pemeriksaan serta perawatan yang tepat.
4. Konsultasi Rutin
Rutin konsultasi ke dokter gigi spesialis untuk mencegah keterlambatan tindakan dan edukasi untuk orang-orang terkait adalah tindakan bijak. Bantuan profesional dapat memberikan kejelasan cara mencegah dan menangani masalah tongue swallowing ini sesuai kondisi spesifik masing-masing pasien.
Jika penderita mengalami lidah tertelan saat masih sadar, sebaiknya tidak panik, langsung terapkan pertolongan pertama untuk mengembalikan lidah ke posisi yang seharusnya.
Fokus utama dalam pencegahan di sini adalah edukasi keluarga atau pihak yang sering bersama. Soalnya cukup jarang kondisi tongue swallowing dialami oleh individu yang masih sadar. Orang-orang yang mendapatkan edukasi tersebut memiliki peran penting untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban.
Kesimpulan: Aksi Nyata untuk Menyelamatkan Nyawa
Lidah tertelan merupakan kondisi berbahaya yang bisa menyebabkan kehilangan nyawa. Faktanya, lidah tidak benar-benar tertelan, melainkan jatuh ke belakang dan menyumbat jalan napas.
Kondisi tersebut paling umum disebabkan oleh kehilangan kesadaran, kejang, atau cedera kepala. Cedera kepala dan lidah tertelan saling berhubungan, pertolongan pertama untuk menyelamatkan nyawa dan menghindari risiko terburuk kematian adalah tindakan yang efektif dan cepat.
Mulai dengan tidak panik, segera meminta bantuan tim medis, memeriksa respons korban, membuka jalan napas, memiringkan tubuh korban (recovery position), dan memastikan korban sudah bisa bernapas dengan normal.
Guna mencegahnya, perlu edukasi dari profesional dengan kontrol rutin ke dokter terkait. Atau cara yang lebih sederhana, Anda bisa membagikan artikel ini kepada pihak yang berisiko mengalaminya.
Lidah tertelan bukanlah kondisi yang bisa Anda abaikan sama sekali. Jika Anda memiliki kondisi medis seperti kejang epilepsi dan lidah atau sleep apnea, konsultasikan dengan dokter Anda untuk pencegahan terbaik.
Ditinjau oleh: drg. Rebecca Grace Agustina
FAQ tentang Lidah Tertelan
Tidak, lidah tertelan merupakan istilah awam, di mana lidah menutupi jalur utama napas di tenggorokan. Lidah manusia tidak akan copot, lalu tertelan masuk ke kerongkongan.
Cara menangani kondisi tongue swallowing saat kejang, antara lain jangan panik, jangan sembarangan memasukkan benda ke dalam mulut, biarkan kejang berlangsung sampai selesai, bantu amankan area sekitar korban dan longgarkan pakaian untuk memudahkan korban bernapas, posisikan tubuh korban pada recovery position (miring), pastikan pernapasan normal, dan segera panggil tim medis.
Ya, lidah tertelan alias tongue swallowing dapat menyebabkan kematian karena henti napas dan henti jantung akibat jalur napas tersumbat lidah.
Jika Anda mencurigai seseorang mengalami kondisi lidah tertelan, terutama setelah pingsan atau kejang, pertolongan pertama yang efektif adalah membantu membuka kembali jalan napas tenggorokan dengan langkah yang tepat dan cepat. Hindari tindakan yang memperburuk keadaan, contohnya menarik lidah langsung atau menahan kejang (jika kejang).
Lidah bisa tertelan saat pingsan karena semua otot tubuh berada di luar kendali, mengakibatkan otot lidah sebagai penopangnya terkulai ke belakang dan menghambat jalur napas.
Cara paling cepat mengetahui seseorang mengalami tongue swallowing adalah kesulitan bernapas, tidak terasa ada udara yang keluar dari hidung dan mulut. Bisa juga dilihat dari mulut terbuka tetapi tidak ada suara saat mencoba berbicara atau udara yang keluar saat mencoba bernapas. Saat membuka rongga mulut, tampak visual lidah yang menyumbat tenggorokan.
Siap untuk wujudkan senyum idealmu?
Yuk konsultasi dengan dokter gigi ahli kami 🙂

Pasang Behel Gigi di Bintaro, Pamulang, Ciledug, dan Pesanggrahan: Panduan Lengkap

Pasang Behel di Dokter Gigi Umum atau Spesialis Ortodonti? Ini Bedanya


Checklist Lengkap H-1 Sebelum Operasi Gigi Bungsu: Persiapan Tubuh, Mental, dan Logistik

Cabut Gigi Bungsu Pakai BPJS atau Klinik Swasta? Perbandingan Jujur

Siap untuk wujudkan senyum idealmu?
Yuk konsultasi dengan dokter gigi ahli kami 🙂