Berapa Biaya Cabut Sisa Akar Gigi? Ini Estimasi Lengkapnya!
Daftar Isi
Jangan mengabaikan segala gejala yang muncul di gigi. Pada artikel ini, kami akan menjelaskan secara tuntas biaya cabut sisa akar gigi di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk klinik gigi terbaik Mydents Dental Care.
Namun sebelum itu, penting kiranya untuk memahami apa itu sisa akar gigi, risiko jika membiarkannya, dan alasan mengapa harus segera dicabut.
Apabila diibaratkan gigi anda adalah sebuah pohon, bisa dibayangkan bahwa batang, ranting, dan daun adalah mahkota gigi yang muncul ke permukaan, sedangkan akar pohon masuk ke dalam tanah, seperti halnya akar gigi yang masuk ke dalam gusi dan tulang.
Jika akar tidak kuat, pohon rentan doyong bahkan ambruk terkena angin. Saat pohon ambruk, seringkali masih ada akar yang tersisa di dalam tanah.
Akar tersebut mungkin bisa menumbuhkan pohon baru lagi, tetapi lain cerita dengan akar gigi. Akar gigi yang tertinggal saat mahkotanya lepas justru dapat menimbulkan masalah kesehatan gigi dan mulut yang serius.
Kenapa Sisa Akar Gigi Harus Dicabut?
Ada sebuah fakta menarik bahwa gigi depan hanya memiliki satu akar, sedangkan gigi geraham bisa memiliki 2 hingga 3 akar. Jika muncul masalah di mahkota gigi yang meluas hingga akar gigi, perawatan awal yang dapat dilakukan di fasilitas kesehatan adalah root canal treatment atau perawatan saluran akar (PSA), dengan catatan sisa gigi masih mumpuni untuk dipertahankan. Ketika gigi yang tersisa tidak mumpuni untuk dipertahankan, pencabutan sisa akar gigi merupakan tindakan yang dapat dilakukan.
1. Apa Itu Sisa Akar Gigi?
Dapat kita definisikan bahwa sisa akar gigi adalah bagian akar yang tertinggal di gusi atau tulang rahang lantaran mahkota gigi rusak atau patah. Kenapa sisa akar gigi bisa tertinggal? Penyebabnya banyak, misalnya:
- Karies parah, gigi berlubang kronis yang menyebabkan mahkota gigi keropos namun akar tetap berada di dalam gusi.
- Trauma gigi atau cedera keras yang mengakibatkan patahnya mahkota gigi, misalnya benturan kencang ketika terjadi kecelakaan.
- Cabut gigi yang belum sepenuhnya tuntas, sehingga masih ada sisa akar yang tertinggal.
2. Risiko Jika Tidak Dicabut
Membiarkan sisa akar gigi tertinggal tanpa perawatan dapat memicu terjadinya penyakit yang membahayakan. Risiko jika sisa akar gigi tidak dicabut secara umum, antara lain:
Infeksi
Bakteri akan tumbuh di sekitar sisa akar gigi, menyebabkan infeksi yang berpotensi menyebar ke bagian tubuh lain lewat aliran darah. Jangan pernah menyepelekan infeksi di gigi, kalau infeksi ini menyebar ke jantung bisa menyebabkan penyakitserangan jantung.
Abses
Abses terbentuk akibat infeksi kronis yang ditandai dengan keluarnya nanah dari gusi. Tidak hanya itu, kondisi ini membawa gejala yang sangat tidak nyaman, seperti nyeri tak tertahankan.
Bau Mulut
Bau mulut bukan hanya diakibatkan oleh karang gigi, namun juga dari infeksi berkelanjutan dari pembusukan sisa akar gigi yang tertinggal.
Kerusakan Jaringan
Jaringan lunak seperti gusi di sekitar area pembusukan akan meradang dan rusak. Pada kondisi yang lebih parah, kerusakan juga dapat menyerang tulang, mengakibatkan kerusakan tulang rahang.
Nyeri Kronis
Di sisi lain, selama proses tersebut anda akan merasakan nyeri yang tak tertahankan. Imbasnya pada aktivitas sehari-hari yang jelas terganggu.
Kerusakan Gigi Lain di Sekitarnya
Apabila masih dibiarkan, infeksi dan kerusakan dapat menular ke gigi yang berada di sekitarnya. Artinya, anda mungkin membutuhkan perawatan gigi lebih lanjut, seperti PSA atau pencabutan gigi lain yang sebelumnya sehat.
Kapan Harus Dicabut Segera?
Apakah sisa akar gigi harus dicabut? Tentu saja, sebab sisa akar gigi merupakan sumber infeksi di rongga mulut. Agar lebih jelas, anda bisa minta rontgen untuk melihat gambar sisa akar gigi saat kontrol ke dokter gigi.
Berapa Biaya Cabut Sisa Akar Gigi? Ini Estimasinya!
Di Indonesia, biaya cabut sisa akar gigi itu bervariasi. Besaran biaya tergantung pada banyak faktor, seperti jenis fasilitas kesehatan, lokasi gigi yang akan dicabut, tingkat kesulitan kasus, kemampuan dokter yang menangani, hingga kondisi spesifik masing-masing pasien.
Namun secara umum, harga cabut akar gigi itu relatif murah, yaitu sekitar Rp250.000 sampai Rp1.500.000 per gigi. Berikut rincian biaya lebih spesifik berdasarkan fasilitas kesehatan.
1. Estimasi Biaya Cabut Sisa Akar Gigi di Klinik Gigi
Klinik gigi merupakan fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan lengkap terkait kesehatan gigi dan mulut. Oleh sebab itulah, klinik gigi umumnya memiliki alat dental yang canggih dengan tenaga medis yang berpengalaman.
Estimasi tarif pencabutan sisa akar gigi di klinik gigi, seperti Mydents Dental Care, berkisar sekitar Rp500.000 per satu gigi. Tarif pencabutan sisa akar gigi tersebut bisa menjadi lebih murah atau mahal sesuai dengan kondisi spesifik pasien.
2. Biaya Cabut Sisa Akar Gigi di Rumah Sakit
Biaya cabut sisa akar gigi di rumah sakit dengan dokter gigi umum lebih terjangkau daripada dokter gigi spesialis bedah mulut (Sp.BM). Dokter gigi umum di rumah sakit berkisar mulai Rp400.000, sedangkan dokter gigi Sp.BM di rumah sakit berkisar mulai Rp800.000.
Harga tersebut mencakup tindakanuntuk pencabutan sisa akar gigi dalam kondisi tanpa komplikasi. Biasanya, di rumah sakit belum termasuk biaya konsultasi dan obat-obatan (terpisah).
Jadi, dengan mempertimbangkan biaya cabut akar gigi yang tertinggal dan layanan lain, sebaiknya anda mempersiapkan dana lebih sebelum datang ke fasilitas kesehatan ini.
3. Biaya Cabut Akar Gigi di Puskesmas
Apakah BPJS menanggung biaya cabut akar gigi? Ya, pencabutan gigi dan sisa akar. Puskesmas yang notabene menjadi fasilitas kesehatan tingkat pertama (faskes 1), menyediakan layanan ini dengan biaya yang begitu terjangkau.
Tanpa BPJS, biaya cabut sisa akar gigi di Puskesmas sekitar Rp1200.000 per gigi tanpa komplikasi lain. Sedangkan dengan BPJS, tentu saja biaya menjadi Rp0 alias gratis, sudah termasuk obat-obatan untuk penyembuhan.
Bagaimana proses cabut akar gigi di Puskesmas? Sebenarnya prosesnya hampir sama dengan fasilitas kesehatan yang lain. Hanya saja, proses administrasinya sedikit lebih panjang jika anda menggunakan BPJS.
Anda juga bisa membandingkan biaya cabut gigi di dokter gigi Puskesmas maupun fasilitas kesehatan yang lain.
4. Biaya Cabut Akar Gigi Geraham Belakang
Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, jumlah akar di gigi geraham belakang lebih banyak daripada gigi depan. Lantas, apakah biaya cabut sisa akar gigi depan dan belakang berbeda? Ya, berdasarkan posisinya, gigi depan cenderung lebih mudah sehingga biaya pencabutan lebih murah. Sedangkan gigi geraham belakang notabene lebih kompleks, posisinya juga sulit, sehingga biayanya cenderung lebih mahal.
Di berbagai fasilitas kesehatan, baik itu Puskesmas, klinik, atau rumah sakit; biaya cabut sisa akar gigi geraham belakang berkisar antara Rp300.000 sampai Rp1.500.000. Biaya tersebut dapat menjadi lebih tinggi jika pasien mengalami komplikasi atau masalah lanjutan membiarkan sisa akar gigi tertinggal.
Untuk mendapatkan estimasi biaya yang spesifik, tentu saja anda bisa konsultasi terlebih dahulu ke masing-masing fasilitas kesehatan terkait.
Apa Saja yang Mempengaruhi Besarnya Biaya?
Meski ada banyak faktor yang mempengaruhi biaya cabut sisa akar gigi, berikut ini beberapa faktor utama yang mempengaruhinya.
1. Lokasi dan Fasilitas Kesehatan
Lokasi geografis klinik, misalnya klinik di Jakarta dibandingkan klinik di Yogyakarta, tentu memiliki perbedaan harga.
Selain itu, jenis fasilitas kesehatan juga menjadi faktor yang paling mendasari perbedaan biaya. Sebagaimana yang sudah kita bahas, biaya di Puskesmas, klinik gigi, dan rumah sakit tentu berbeda. Termasuk turunannya seperti klinik gigi spesialis, rumah sakit swasta, hingga rumah sakit umum.
2. Tingkat Kesulitan dan Posisi Akar Gigi
Faktor berikutnya adalah tingkat kesulitan, ini berkaitan dengan apakah ada komplikasi masalah kesehatan yang lain. Hal ini dikarenakan, akar gigi dengan masalah yang lebih kompleks, seperti infeksi dan abses, akan mempersulit proses cabut sisa akar gigi.
Posisi akar gigi juga berpengaruh, misalnya antara gigi depan dan gigi belakang, biaya prosedur pencabutan tentu tidak sama. Gigi depan memiliki satu akar gigi, sedangkan gigi belakang punya hingga 3 akar gigi, sehingga biaya pencabutan gigi belakang cenderung lebih mahal.
Apalagi kalau posisi akar yang spesifik seperti miring, gigi retak, atau dekat saraf yang membuat prosedurnya semakin kompleks.
3. Biaya Tambahan yang Sering Tidak Terduga
Faktor lainnya adalah biaya tambahan sebelum dan/atau sesudah prosedur pencabutan sisa akar gigi. Contohnya biaya rontgen, anestesi, resep obat, hingga follow-up atau kontrol setelahnya.
Apakah Cabut Sisa Akar Gigi Bisa Ditanggung BPJS?
Ya, prosedur cabut akar gigi ditanggung BPJS, namun dengan persyaratan dan prosedur klaim yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
1. Syarat Tindakan Gigi yang Ditanggung BPJS
- Status keanggotaan BPJS aktif.
- Tidak menunggak atau memiliki tunggakan pembayaran BPJS.
- Melakukan perawatan di faskes yang bekerja sama dengan BPJS (bisa lihat di aplikasi Mobile JKN).
- Membawa kartu BPJS atau di masa kini bisa langsung menggunakan aplikasi Mobile JKN.
- Harus melalui faskes 1, biasanya Puskesmas.
- Jika ingin ke rumah sakit (faskes 2), harus mendapat rujukan resmi dari faskes 1.
2. Prosedur yang Ditanggung BPJS
Dengan memenuhi semua persyaratan di atas, anda bisa klaim BPJS untuk pencabutan sisa akar gigi, mencakup:
- Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis.
- Premedikasi (pengobatan tahap awal sebelum prosedur pencabutan gigi dilakukan), seperti pemberian obat anti-nyeri atau antibiotik jika diperlukan.
- Pencabutan gigi, baik gigi susu maupun gigi permanen, dengan anestesi yang sesuai.
- Obat pasca-ekstraksi, yaitu obat-obatan yang dibutuhkan setelah pencabutan.
Apakah Cabut Akar Gigi Sakit? Ini Jawaban Pasien!
Singkat saja, jika odontektomi yang notabene melalui proses bedah/operasi saja tidak sakit. Apakah cabut akar gigi sakit? Tentu saja cabut sisa akar gigi tanpa rasa sakit, asalkan dilakukan dengan prosedur yang tepat oleh dokter gigi professional.
1. Prosedur Anestesi yang Umum Digunakan
Di klinik gigi atau rumah sakit, untuk meningkatkan kenyamanan pasien, pasien akan dibius menggunakan anestesi lokal. Dengan demikian, pasien tidak merasakan sakit sama sekali selama prosedur. bahkan pada kondisi yang lebih sederhana, anestesi suntikan bisa tidak diberikan.
2. Testimoni Pasien yang Sudah Menjalani Prosedur
Buktinya, salah satu pasien klinik gigi Mydents Dental Care mengungkapkan perubahan yang luar biasa; sebelum dan sesudah melakukan prosedur cabut sisa akar gigi.
Awalnya takut banget, karena udah lama ngerasain nyeri di gigi belakang tapi gak berani ke dokter. Ternyata setelah dicek, ada sisa akar gigi yang harus dicabut. Deg-degan? Banget! Tapi pas hari H, dokternya ramah banget, prosesnya juga cepet dan gak kerasa sakitnya sama sekali. Rasanya kayak beban lepas semuanya setelah akar itu dicabut. Sekarang udah gak nyut-nyutan lagi, bisa makan enak, tidur nyenyak. Seneng banget! Ternyata gak semenyeramkan yang dibayangkan. Makasih banyak untuk Mydents yang udah bantu aku lewatin ini, terharu banget akunya! -Ranum
3. Tips Mengatasi Rasa Takut Sebelum Tindakan
Apabila anda masih khawatir, tenang, anda bisa menerapkan beberapa teknik berikut sebelum ke dokter gigi.
1. Teknik Relaksasi
Gunakan teknik relaksasi sederhana untuk meredakan kecemasan dan meningkatkan ketenangan. Misalnya, menarik dan menahan napas dalam, meditasi, musik yang menenangkan, atau ingat bahwa anda akan terbebas dari infeksi rongga mulut setelah prosedur cabut gigi selesai dilakukan.
2. Konsultasi
Fungsi konsultasi sebelum prosedur cabut sisa akar gigi untuk mengetahui siapa dokter yang akan menangani, fasilitas yang tersedia, dan tingkat keberhasilan prosedur tanpa efek samping. Kalau dokternya berpengalaman, fasilitasnya lengkap, serta testimoni menunjukkan 100% keberhasilan, apa yang perlu anda khawatirkan?
3. Edukasi
Selama konsultasi, anda juga bisa memperoleh edukasi berbasis ilmiah untuk menambah wawasan. Orang cemas itu karena mereka belum tahu saja, tetapi kalau sudah paham, maka kecemasan itu akan menghilang.
Lebih Baik di Klinik, Rumah Sakit, atau Puskesmas?
Nah, pada akhirnya pilihan jatuh untuk melakukan prosedur cabut sisa akar gigi di klinik gigi, rumah sakit, atau Puskesmas?
1. Perbandingan Biaya dan Pelayanan
Aspek | Klinik Gigi | Rumah Sakit | Puskesmas |
Harga | ~Rp500.000 | ~Rp800.000 | ~Rp100.000 |
BPJS | Tidak | Ya | Ya |
Dokter | Dokter gigi umum & Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut (Sp.BM) | Dokter gigi umum & dokter gigi Sp.BM | Dokter gigi umum |
Rontgen | Ya | Ya | Tidak |
Antrean | Sedang | Sedikit-sedang | Banyak |
Layanan | Cepat dan nyaman | Cepat dan nyaman | Lebih lambat |
2. Kelebihan dan Kekurangan Masing-masing Tempat
Berdasarkan estimasi biaya cabut sisa akar gigi dalam tabel di atas, kita dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
- Biaya di klinik gigi tergolong rata-rata, tidak terlalu murah namun juga tidak mahal, menawarkan fasilitas lengkap, nyaman, dan prosedur cepat dan dilakukan oleh dokter gigi berpengalaman.
- Biaya di rumah sakit cenderung lebih tinggi, bisa gratis menggunakan BPJS dengan surat rujukan dari faskes tingkat pertama 1. Fasilitas dan kenyamanannya kurang-lebih sama dengan klinik gigi.
- Biaya di Puskesmas murah, bahkan bisa gratis dengan BPJS. Hanya saja harus kompromi dengan layanan dan, ketersediaan fasilitas yang terbatas.
Tips Hemat dan Aman Saat Cabut Akar Gigi
Berikut beberapa tips untuk mendapatkan biaya cabut akar gigi yang paling hemat.
1. Manfaatkan BPJS dengan Jalur yang Tepat
Manfaatkan BPJS (jika aktif dalam keanggotaan) sesuai dengan jalur dan prosedur klaim yang tepat. Meski begitu, hal ini membutuhkan ketelatenan dalam menyiapkan semua dokumen dan persyaratan.
2. Cari Klinik Gigi Berkualitas dengan Harga Terjangkau
Cari tahu di mana saja letak klinik gigi berkualitas, sebab kalau beruntung, anda bisa mendapatkan promo khusus yang membuat biaya cabut sisa akar gigi lebih terjangkau.
3. Konsultasi Terlebih Dahulu Sebelum Tindakan
Manfaat lain dari konsultasi terlebih dahulu adalah menghindari biaya yang tidak perlu. Anda dapat memperoleh biaya paling efisien untuk manfaat paling besar.
Perawatan Setelah Cabut Sisa Akar Gigi
Jika anda sudah menjalani prosedur pencabutan sisa akar gigi, berikut beberapa perawatan setelahnya untuk memperlancar penyembuhan.
1. Hal yang Perlu Dihindari Setelah Cabut Gigi
Pantangan setelah cabut akar gigi seperti melakukan hal-hal yang berisiko, contohnya makan makanan keras, berkumur terlalu kencang, merokok, hingga aktivitas fisik yang berpotensi menyebabkan trauma gigi.
2. Mengonsumsi Obat yang Diresepkan
Jika melakukan tindakan pencabutan di klinik gigi, umumnya dokter gigi akan meresepkan obat anti-nyeri. Selain itu, apabila diperlukan, dokter gigi juga akan memberikan resep antibiotik untuk mengobati infeksi.
3. Kapan Harus Kembali ke Dokter?
Umumnya, prosedur cabut sisa akar gigi hanya membutuhkan 1x kunjungan. Namun, anda perlu melakukan kontrol apabila terjadi gejala sebagai berikut
- Demam
- Pendarahan aktif lebih dari 4 (empat) jam
- Nyeri hebat
- Membutuhkan gigi palsu permanen atau perawatan selanjutnya
Kesimpulan: Jangan Tunda, Rawat Gigi Anda Sekarang
Cabut sisa akar gigi tidak hanya soal biaya, tapi juga soal menjaga kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan. Meski biayanya bervariasi tergantung tempat dan tingkat kesulitan, manfaat yang akan anda dapatkan jauh lebih besar dibanding risiko yang ditimbulkan kalau membiarkannya.
Sisa akar gigi yang tidak dicabut dapat menyebabkan infeksi, nyeri hebat hingga komplikasi yang kompleks dan serius. Dengan perawatan yang sesuai di klinik yang tepat, anda bukan hanya menghindari komplikasi, tapi juga mendapatkan kembali kenyamanan saat makan, berbicara, dan tersenyum.
Rasa lega dan plong setelah cabut gigi jauh lebih besar daripada rasa takut sebelum tindakan. Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gigi dan ambil langkah bijak sebelum terlambat!
Kabar baiknya, anda bisa konsultasi secara online via chat dengan dokter gigi spesialis kami di Mydents Dental Care cabang terdekat di kota anda.
Ditinjau oleh: drg. Rebecca Grace Agustina
–
Pertanyaan Umum Seputar Cabut Sisa Akar Gigi (FAQ)
Tidak, cabut akar gigi tidak sakit karena sebelumnya akan dibius menggunakan anestesi lokal yang memberikan kenyamanan maksimal untuk anda.
Waktu yang dibutuhkan untuk prosedur cabut sisa akar gigi sekitar 10-45 menit atau lebih tergantung tingkat kesulitannya.
Tidak, sebaiknya tunggu 2-3 jam, menunggu pendarahannya berhenti.
Sisa akar gigi infeksi dapat diketahui dari beberapa faktor, seperti timbulnya nyeri, gusi bengkak dan, bernanah, atau bau mulut. Untuk indikator yang lebih jelas, anda sebaiknya konsultasi ke dokter gigi.
Siap untuk wujudkan senyum idealmu?
Yuk konsultasi dengan dokter gigi ahli kami 🙂

Pasang Behel di Dokter Gigi Umum atau Spesialis Ortodonti? Ini Bedanya


Checklist Lengkap H-1 Sebelum Operasi Gigi Bungsu: Persiapan Tubuh, Mental, dan Logistik

Cabut Gigi Bungsu Pakai BPJS atau Klinik Swasta? Perbandingan Jujur


Single Tooth, All-on-4, atau All-on-6? Panduan Memilih Jenis Implan Gigi yang Tepat
Siap untuk wujudkan senyum idealmu?
Yuk konsultasi dengan dokter gigi ahli kami 🙂