HomeTambal GigiTanda Kamu Perlu Tambal Gigi

Tambal Gigi: Ini dia 7 Tanda Sebelum Melakukannya!

Tambal Gigi: Ini dia 7 Tanda Sebelum Melakukannya!

Daftar Isi

Pernahkah kamu merasakan gigi ngilu saat mengonsumsi minuman dingin? Atau bau mulut yang terus menerus keluar walaupun sudah sikat gigi secara rutin? Terlebih lagi, jika ternyata kamu mengalami gigi berlubang. Ada berbagai cara untuk mengatasinya termasuk dengan tambal gigi. Akan tetapi untuk memperoleh perawatan terbaik untuk kondisi gigi kamu, tetap periksakan ke dokter gigi untuk hasil terbaik.

Tanda Kamu perlu Tambal Gigi

Gigi yang sehat tidak hanya memberikan senyum yang indah, melainkan juga berperan penting dalam kesehatan secara keseluruhan. Terkadang, tanda-tanda bahwa gigi perlu ditambal mungkin tidak terlalu mencolok, dan seringkali diabaikan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda yang dapat menunjukkan bahwa kamu perlu segera melakukan perawatan tambal gigi. Berikut adalah beberapa tanda yang perlu diperhatikan:

Gigi ngilu atau Gigi sensitif

Gigi sensitif atau yang disebut Hipersensitivitas dentin dalam bahasa medis, merupakan rasa ngilu berlebihan atau nyeri yang terjadi sebagai respon terhadap rangsangan kimiawi, termal atau osmotik, akibat terpaparnya lapisan dentin gigi yang disebabkan oleh adanya kerusakan gigi atau penyakit gigi lainnya.1 Yang dimaksud dengan kerusakan gigi atau penyakit gigi lainnya ialah penurunan gusi atau resesi gingiva, sindrom gigi retak, terkikisnya lapisan enamel gigi seperti erosi, atrisi, abrasi, serta adanya kavitas atau lubang pada gigi seperti karies gigi dan abfraksi gigi.2

Gigi sensitif merupakan masalah yang dapat ditemukan sehari-hari baik pada laki-laki maupun perempuan, terutama pada usia lanjut di mana umumnya terjadi penurunan gusi secara alami seiring bertambahnya usia. Keluhan ngilu atau nyeri biasanya tajam dan singkat. Umumnya terjadi ketika gigi berkontak dengan minuman atau makanan yang dingin, panas, manis, maupun asam, ketika menyikat gigi, dan pada sebagian orang dapat terjadi di saat-saat yang terasa tidak mungkin, yaitu ngilu ketika terkena udara atau angin pada saat membuka mulut.2

Jika kamu merasakan gejala-gejala tersebut, maka segera lakukan pemeriksaan gigi. Sensasi berlebihan pada gigi dapat menjadi pertanda bahwa gigi kamu mengalami masalah atau kerusakan pada enamel gigi yang perlu ditangani segera. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, bahwa gigi sensitif disebabkan oleh berbagai hal, sehingga tindakan perawatan yang diberikan pun akan bergantung pada penyebabnya. Salah satu perawatannya ialah restorasi atau tambal gigi, terutama ketika keluhan tersebut disebabkan oleh adanya kavitas baik karena karies gigi maupun non-karies.1,2,3

Gigi Berlubang atau karies gigi

Karies gigi adalah kondisi rusaknya jaringan gigi sehingga terbentuk lubang yang disebabkan oleh berbagai faktor, seperti menumpuknya plak bakteri di mulut, faktor lingkungan/kondisi mulut tiap individu, dan kebersihan gigi dan mulut yang buruk. Kondisi tersebut merupakan masalah gigi dan mulut yang umum dialami banyak orang. Jika ditangani dengan baik, karies gigi merupakan penyakit yang dapat dicegah dan disembuhkan.4

Karies gigi memiliki berbagai opsi perawatan yang akan ditentukan berdasarkan perluasan kariesnya. Pada orang dewasa dengan risiko karies gigi yang tinggi, kombinasi perawatan berupa terapi harian secara kimiawi (penggunaan obat kumur antibakteri, pemberian fluoride) dan tambal gigi telah terbukti dapat mengurangi resiko karies sebesar 20–38%.4

Perawatan restorasi atau tambal gigi diperlukan segera ketika ditemukan lebih dari satu tanda berikut ini:4

  • Adanya karies yang terdeteksi secara visual setelah gigi dibersihkan dan dalam keadaan kering
  • Ada rasa sakit atau tidak nyaman ketika terkena air dingin atau terselipnya makanan
  • Ada pertimbangan estetika
  • Pemeriksaan radiografi/rontgen menunjukkan karies yang meluas lebih dari 1/3 lapisan dentin
  • Pasien berisiko tinggi mengalami karies

Meskipun demikian, beberapa tanda tersebut hanya bisa dideteksi dan dianalisa oleh dokter gigi. Selain itu, lubang pada gigi juga tidak selalu bisa terlihat. Beberapa karies gigi bisa terbentuk dan tersembunyi di sela-sela dua gigi. Terlebih jika karies gigi tidak menyebabkan rasa sakit yang membuat sebagian dari kita kesulitan untuk mengidentifikasi tanda-tanda karies gigi lebih awal. Lalu bagaimana cara mengobati gigi berlubang yang tidak dapat kita deteksi sendiri? Inilah salah satu alasan pentingnya perawatan gigi rutin 6 bulan sekali, agar dokter gigi dapat membantu mendeteksikan masalah gigi dan mulut yang kamu miliki. Kamu akan mendapat pemeriksaan lengkap sebagai bagian dari upaya menangani gigi berlubang dan mencegah kerusakannya lebih lanjut.

Abses Gigi atau Pembengkakan Gusi di Sekitar Gigi yang rusak

Abses gigi atau infeksi yang biasanya ditandai dengan pembengkakan gusi atau bisul gusi di sekitar gigi yang rusak, umumnya timbul sebagai akibat dari perluasan karies gigi yang semakin membesar, trauma gigi (terbenturnya gigi), atau perawatan saluran akar gigi yang gagal.5

Jika tidak segera ditangani, infeksi ini tidak hanya dapat menyebabkan nyeri hebat, melainkan juga dapat menimbulkan risiko yang signifikan berupa penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain seperti area sinus, rahang, leher, hingga dada, yang mana apabila sudah tersebar ke bagian dada, resiko paling fatal yang dapat terjadi adalah resiko kematian.5

Jika kamu menemukan abses gigi di mulut, segera periksakan diri ke dokter gigi. Identifikasi penyakit, penanganan segera dan edukasi dari dokter gigi tentang kondisi tersebut tidak hanya membantu meredakan gejala, tetapi juga dapat mencegah komplikasi yang berbahaya.5 Nantinya, dokter gigi akan merencanakan rangkaian perawatan saluran akar gigi yang dilanjutkan dengan tambal gigi. Namun, pencabutan gigi juga bisa menjadi opsi perawatan berikutnya, jika terjadi kondisi tertentu yang menyebabkan tidak dapat dilakukannya perawatan saluran akar pada gigi tersebut.

Rasa Tidak Nyaman atau Sakit Ketika Mengunyah

Rasa tidak nyaman atau sakit ketika menggigit dan/atau mengunyah, biasanya berhubungan dengan adanya kelainan jaringan periapikal yang berada pada ujung akar gigi. Kelainan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti karies gigi (kerusakan gigi akibat bakteri), trauma gigi, dan adanya lubang pada gigi yang disebabkan oleh selain bakteri, misalnya abrasi gigi, gigi atrisi, gigi retak, dan sebagainya.6,7

Untuk perawatannya, tersedia berbagai pilihan perawatan yang disesuaikan dengan penyebabnya, salah satunya adalah dengan tambal gigi.7 Oleh karena itu, jika kamu merasakan rasa tidak nyaman atau sakit saat menggigit atau mengunyah makanan, itu bisa menjadi tanda bahwa ada masalah dengan satu atau beberapa gigimu yang mengalami kerusakan dan memerlukan perbaikan segera. Lakukan konsultasi dengan dokter gigi terdekat untuk rekomendasi perawatan yang tepat.

Perubahan Warna Gigi

Seringkali, tanda pertama adanya variasi normal ataupun manifestasi kelainan pada gigi manusia adalah perbedaan yang dapat diamati pada warna gigi. Selain dapat berkaitan dengan masalah gigi, perubahan warna gigi juga dapat mempengaruhi penampilan.8

Penampilan estetika gigi memiliki peran penting dalam daya tarik fisik setiap orang. Bahkan bagi banyak orang, perubahan warna gigi merupakan faktor yang lebih penting untuk memiliki senyum yang indah dibandingkan dengan memperbaiki keselarasan lengkung gigi yang tidak normal.9 Menurut penelitian terbaru yang dilakukan oleh Samorodnizky-Naveh, 37,3% individu yang menjadi subjek penelitian mengatakan tidak puas dengan penampilan gigi mereka, dan 90% dari mereka menyebutkan perubahan warna gigi adalah alasan utama ketidakpuasannya.9

Terdapat 9 spektrum perubahan warna gigi yang berbeda yang setiap warnanya dapat menunjukkan asal mula penyebabnya, sehingga nantinya penanganan pun akan berbeda tergantung dari penyebabnya tersebut.9 Kehilangan atau kerusakan struktur gigi yang membutuhkan rangkaian perawatan restorasi atau tambal gigi untuk mengembalikan strukturnya yang rusak seperti masalah karies gigi dan non-karies gigi (trauma gigi, gigi abfraksi dan sebagainya), biasanya dikaitkan dengan perubahan warna gigi berupa coklat kehitaman, oranye, abu-abu kecoklatan, pink kehitaman, kuning, atau kuning kecoklatan.9

Oleh karena itu, jika kamu menemukan perubahan warna-warna tersebut pada gigimu, baik berupa bercak gelap, garis atau bayang-bayang kehitaman serta warna kuning yang intens, segera lakukan pemeriksaan dengan dokter gigi. Dokter gigi dapat membantu menentukan penyebab masalah tersebut dan memberikan tindakan terapi yang tepat, salah satunya ialah dengan tambal gigi yang dapat membantu mengembalikan struktur gigi, memulihkan tampilan estetis gigi serta mencegah penyebaran masalah lebih lanjut.

Bau Mulut yang Persisten dan Tidak Wajar

Bau mulut yang tidak enak dan tidak dapat diatasi dengan sikat gigi maupun obat kumur biasa, bisa menjadi tanda masalah pada gigi atau gusi. Hal ini dikarenakan gigi berlubang dan masalah mulut lainnya dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri yang dapat menghasilkan aroma tidak sedap dari mulut. Tambalan gigi dapat membantu mengatasi penyebab bau mulut yang berkaitan dengan masalah gigi.10

Gigi retak atau patah

Jika kamu melihat adanya retakan atau patah pada gigi, ini adalah tanda yang jelas bahwa ada masalah struktural pada gigi tersebut. Retakan atau patah pada gigi bisa terjadi akibat berbagai faktor, termasuk trauma atau kebiasaan buruk seperti menggigit benda keras. Gigi yang retak dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri, menyebabkan infeksi dan kerusakan lebih lanjut. Untuk itu, segera lakukan perawatan tambal gigi untuk mencegah masalah yang lebih serius.3

Jangan abaikan 7 tanda tambal gigi di atas. Merawat gigi secara teratur dan mendeteksi tanda-tanda awal masalah gigi sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Kunjungi dokter gigi 6 bulan sekali untuk pemeriksaan rutin dan lakukan konsultasi segera jika kamu mengalami salah satu tanda kamu perlu tambal gigi di atas. Perawatan gigi yang tepat tidak hanya dapat membantumu menjaga senyum indah yang kamu miliki, melainkan juga dapat mendukung kesehatan tubuh kamu secara menyeluruh dan optimal. Ingat, pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan, tindakan pencegahan sederhana seperti tambalan gigi dapat mencegah masalah kesehatan gigi yang lebih serius di masa depan.

Ditulis oleh: Nabilah Dzikriya Rahman, S.K.G

Ditinjau oleh: drg. Vashty A. Josall

Referensi
  1. Davari A, Ataei E, Assarzadeh H. Dentin hypersensitivity: etiology, diagnosis and treatment; a literature review. J Dent (Shiraz). 2013 Sep;14(3):136-45. PMID: 24724135; PMCID: PMC3927677. Diakses pada Januari 2024 melalui https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3927677/
  2. Rasni NDP, Khoman JA. Penatalaksanaan Hipersensitivitas Dentin. e-GiGi. 2021;9(2):133.
  3. Longridge, N. N., & Youngson, C. C. (2019). Dental Pain: Dentine Sensitivity, Hypersensitivity and Cracked Tooth Syndrome. Primary Dental Journal, 8(1), 44–51.doi:10.1177/205016841900800101.
  4. Warreth A. Dental Caries and Its Management. Int J Dent. 2023 Jan 3;2023:9365845. doi: 10.1155/2023/9365845. PMID: 36636170; PMCID: PMC9831703. Diakses pada Januari 2024 melalui https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC9831703/
  5. Sanders JL, Houck RC. Dental Abscess. [Updated 2023 Feb 20]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK493149/ . Diakses pada Januari 2024.
  6. American Association of Endodontists. Endodontic Diagnosis: Colleagues for Excellence Fall Edition. 2013;2–5. Diakses pada Januari 2024 https://www.aae.org/specialty/wp-content/uploads/sites/2/2017/07/endodonticdiagnosisfall2013.pdf
  7. Ehrmann, E. H., & Tyas, M. J. (1990). Cracked tooth syndrome: Diagnosis, treatment and correlation between symptoms and post-extraction findings. Australian Dental Journal, 35(2), 105–112.doi:10.1111/j.1834-7819.1990.tb05872.x 
  8. Hattab, F. N., Qudeimat, M. A., & Al-Rimawi, H. S. (1999). Dental Discoloration: An Overview. Journal of Esthetic and Restorative Dentistry, 11(6), 291–310.doi:10.1111/j.1708-8240.1999.tb00413.x
  9. Mortazavi H, Baharvand M, Khodadoustan A. Colors in tooth discoloration: A new classification and literature review. Int J Clin Dent. 2014;7(1):17–28. Diakses pada Januari 2024 melalui https://www.researchgate.net/profile/Maryam-Baharvand-2/publication/262294748_Colors_in_tooth_discoloration_A_new_classification_and_literature_review/links/0f3175373857c96100000000/Colors-in-tooth-discoloration-A-new-classification-and-literature-review.pdf
  10. Yaegaki K, Coil JM. Examination, classification, and treatment of halitosis; clinical perspectives. J Can Dent Assoc. 2000 May;66(5):257-61. PMID: 10833869. Diakses pada Januari 2024 melalui https://www.cda-adc.ca/jcda/vol-66/issue-5/257.html

Siap untuk wujudkan senyum idealmu?

Yuk pilih cabang untuk konsultasi dengan dokter gigi ahli kami

Hubungi Kami disini...