HomeTambal GigiGigi Ngilu Setelah Ditambal

Gigi Ngilu Setelah Ditambal: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gigi Ngilu setelah ditambal

Daftar Isi

Gigi yang terasa ngilu atau berdenyut setelah ditambal merupakan masalah umum yang sering dihadapi oleh banyak orang. Kondisi ini ditandai dengan munculnya rasa ngilu. Ngilu akan terasa makin parah saat gigi yang ditambal bergesekan dengan gigi lainnya atau saat sedang mengunyah, serta saat mengonsumsi makanan yang panas, dingin, manis, dan asam.

Rasa ngilu usai tambal gigi ini umumnya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya setelah 2 minggu. Namun, jika efek samping tambal gigi yang satu ini berlangsung lebih lama maupun disertai dengan keluhan lain, jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter gigi segera, agar mendapat perawatan lebih lanjut.

Karena hal tersebut bisa menjadi pengalaman yang tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Maka dari itu, penting untuk memahami penyebabnya dan bagaimana cara mengatasi rasa sakit tersebut agar kembali nyaman.

Penyebab Gigi Berdenyut Setelah Ditambal

Gigi ngilu setelah tambal gigi dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang merupakan hasil dari interaksi antara teknik dan prosedur penambalan, kondisi klinis gigi sebelum penambalan, kondisi pasien, serta toksisitas dari bahan restorasi itu sendiri.

Dengan demikian, ada kemungkinan rasa ngilu yang terjadi setelah penambalan gigi merupakan sensitivitas yang permanen dari kondisi gigi yang sudah ada sebelumnya, atau, rasa ngilu tersebut baru muncul dan sulit diprediksi sebab kemunculannya. Berikut di antaranya:

1. Kondisi Gigi Sebelum Penambalan

Kondisi klinis gigi –seperti gigi retak, gigi patah, resesi gingiva, dan karies gigi yang meluas atau hampir mendekati jaringan pulpa (tempat persarafan gigi)–, yang sudah ada sebelum dilakukannya prosedur penambalan gigi, dapat menimbulkan rasa ngilu setelah gigi ditambal atau bahkan meningkatkan rasa ngilu yang memang sudah ada sebelum gigi tersebut ditambal.

Perluasan dan kedalaman karies gigi sangat mempengaruhi hasil penambalan. Pasalnya, pada lubang gigi yang dalam, sisa jaringan gigi yang sehat hanya akan tersisa sedikit, termasuk salah satunya sel odontoblas –yang dapat membantu pemulihan jaringan pulpa– akan berkurang. Sehingga rasa ngilu setelah penambalan pun dapat terjadi.

Selain itu, restorasi atau tambalan pada gigi yang berlubang besar dan dalam, memiliki risiko kegagalan empat sampai 14 kali lebih tinggi dibandingkan dengan tambalan pada gigi berlubang yang menyisakan ketebalan jaringan dentin lebih besar.

Oleh karena itu, jika anda memiliki lubang pada gigi akibat karies, patah, ataupun retak, segera lakukan perawatan ke dokter gigi sebelum kondisinya semakin parah. Selain itu, pemeriksaan yang cermat dan komprehensif oleh dokter gigi juga perlu dilakukan untuk mengidentifikasi adanya kondisi-kondisi tersebut serta penegakkan diagnosis yang tepat, sehingga dapat menghindari prosedur medis yang bisa memicu atau memperparah rasa ngilu yang sudah ada.

2. Usia pasien

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, bahwa ketebalan dan kualitas sisa dentin yang ada di antara dasar kavitas (rongga/lubang) dan pulpa, merupakan hal yang penting dalam mencegah komplikasi atau efek samping dari tambal gigi.

Pada pasien dengan usia kurang dari 17 tahun, karakteristik giginya ialah memiliki jaringan pulpa yang lebih besar dibandingkan dengan gigi pada pasien yang usianya lebih dari 17 tahun. Sehingga gigi yang memiliki jaringan pulpa lebih besar tersebut akan lebih mudah menerima rangsangan dan risiko cedera, termasuk gigi ngilu.

Untuk itu, sebelum melakukan prosedur tambal gigi, usia pasien perlu diperhatikan demi kehati-hatian prosedur medis.

3. Teknik dan Prosedur Penambalan

Penggunaan bur yang berlebihan dan/atau tanpa menggunakan air, penggunaan bur yang sudah aus atau tumpul, pengeringan kavitas yang berulang selama preparasi gigi, pengangkatan jaringan karies yang kurang menyeluruh, pemeriksaan kedalaman dan perluasan karies gigi yang kurang komprehensif, isolasi daerah kerja yang kurang memadai, proses hibridisasi jaringan gigi melalui pengetsaan asam, cara penanganan dan teknik yang digunakan pada bahan tambal tertentu seperti resin komposit, pemolesan yang berlebihan pada tambalan, dan sebagainya.

Hal-hal di atas merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya gigi ngilu setelah penambalan. Meskipun, persentase kejadiannya masih lebih kecil bila dibandingkan dengan penyebab lainnya.

Namun tetap, untuk meminimalisir risiko terjadinya ngilu gigi pasca penambalan, dokter gigi perlu memeriksa alat-alatnya secara rutin dan menggantinya apabila ada alat bur yang sudah tumpul. Serta memerhatikan kembali prosedur penambalan yang ideal dan teknik-tekniknya, seperti melakukan preparasi dengan gerakan intermiten dan air yang memadai, teknik inkremental pada bahan tambal resin komposit serta paparan sinar terhadap bahan tersebut, dan lain-lain.

4. Hambatan Oklusi

Karena restorasi atau tambalan gigi bukan gigi asli dan merupakan buatan tangan manusia, maka hasil pembuatannya pun tidak dapat 100% sempurna seperti gigi alami dari Tuhan, baik itu bentuk, ukuran, perluasan dan sebagainya yang berkaitan dengan kontur yang berlebih ataupun kurang. Nah, kekurangan tersebut, jika sangat signifikan, dapat menghambat oklusi atau gigitan saat gigi atas dan bawah berkontak.

Ketika terdapat hambatan oklusi pada gigi kita, akvititas oral seperti saat mengunyah makanan yang padat, atau ketika tambalan gigi berkontak dengan gigi antagonis, hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya deformasi pada permukaan tambalan. Sehingga yang berikutnya terjadi adalah perubahan dimensi tambalan yang dapat menyebabkan perubahan pergerakan cairan di dalam tubulus dentin dan menimbulkan nyeri.

Namun, anda tidak perlu khawatir, karena hambatan oklusi ini dapat dicegah. Pada tahap akhir prosedur tambal gigi, biasanya dokter gigi akan memeriksa tambalan gigi menggunakan articulating paper yang berfungsi untuk mengevaluasi dan mengukur kontak oklusal atau hubungan gigitan antara gigi geligi agar berada pada posisi oklusi yang tepat.

5. Sensitivitas Tambalan

Tambalan gigi yang baru dapat menyebabkan sensitivitas sementara pada gigi. Ini adalah reaksi alami tubuh terhadap perubahan pada struktur gigi dan jaringan sekitarnya.

Infeksi atau Peradangan
Kadang-kadang, setelah prosedur penambalan gigi, infeksi atau peradangan dapat terjadi di sekitar area yang ditambal. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan.

Reaksi alergi terhadap bahan tambal gigi
Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap bahan tambal tertentu yang digunakan oleh dokter gigi. Ini dapat menyebabkan gejala seperti rasa ngilu atau berdenyut setelah penambalan.

Cara Mengatasi Gigi Tambalan yang Sakit

Nyeri adalah efek samping tambal gigi yang tidak bisa dihindari. Namun, kondisi ini bisa diatasi dan diringankan dengan beberapa cara. Berikut ini merupakan langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi dan meringankan nyeri setelah menjalani tambal gigi:

  • Hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang dingin atau panas untuk sementara waktu, karena dapat memperburuk sensasi ngilu pada gigi.
  • Hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang asam, seperti jeruk, anggur, atau yogurt.
  • Hindari mengonsumsi makanan yang keras dan lengket yang dapat menyebabkan tekanan berlebih pada gigi yang baru ditambal.
  • Kunyah makanan dengan perlahan. Perhatikan kebiasaan mengunyah Anda dan hindari mengunyah makanan di sisi gigi yang terasa sakit.
  • Sikat gigi pelan-pelan dan gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Selain dapat mencegah gigi berlubang, kandungan fluoride dapat membantu mengurangi ngilu pada gigi.
  • Pijat gusi dengan lembut. Melakukan pijatan ringan pada gusi di sekitar gigi yang ditambal dapat membantu meredakan rasa sakit dan meningkatkan sirkulasi darah, yang dapat mempercepat proses penyembuhan.
  • Ikuti petunjuk dokter gigi. Sangat penting untuk mengikuti semua instruksi dan saran yang diberikan oleh dokter gigi Anda setelah prosedur penambalan gigi. Ini termasuk menjaga kebersihan mulut yang baik dan menjalani perawatan lanjutan jika diperlukan. Jika anda lupa instruksi yang diberikan pasca tambal gigi, anda dapat membacanya disini (artikel ke-7).

Dengan memperhatikan dan mengikuti langkah-langkah di atas, diharapkan dapat membantu Anda mengatasi rasa ngilu pada gigi yang baru ditambal dengan lebih nyaman.

Selain itu, gigi berlubang adalah masalah kesehatan mulut yang paling umum terjadi. Untuk mengatasinya, tambal gigi merupakan solusi terbaik. Namun, solusi ini juga memiliki beberapa efek samping seperti gigi ngilu salah satunya.

Agar efek samping tambal gigi bisa diminimalisir bahkan dihindari, jagalah kesehatan mulut dan gigi Anda dengan beberapa cara berikut ini:

  • Sikat gigi setidaknya 2 kali sehari.
  • Gunakan obat kumur antibakteri atau yang mengandung fluoride sehari sekali.
  • Melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi 6 bulan sekali.

Referensi:

Porto, I. C. C. M. (2012). Post-operative sensitivity on direct resin composite restorations: Clinical practice guidelines post-operative sensitivity in direct resin composite restorations: Clinical practice guidelines. Indian J. Restor. Dent., 1(1), 1–12.

Siap untuk wujudkan senyum idealmu?

Yuk pilih cabang untuk konsultasi dengan dokter gigi ahli kami