HomeKesehatan GigiGigi Berlubang Tumbuh Daging

Impaksi Gigi Bungsu: Perawatan dan Gejala yang Umum Terjadi

Gigi Bungsu: Perawatan dan Gejala Umum yang Terjadi

Daftar Isi

Gigi bungsu sejatinya merupakan gigi geraham permanen ketiga. Analoginya, gigi geraham memiliki tiga bersaudara. Sesuai dengan namanya, bungsu, yang merujuk pada yang terakhir. Maka tidak salah menyebutnya sebagai gigi geraham bungsu karena tumbuh terakhir.

Urutan pertumbuhan gigi dimulai ketika bayi berusia sekitar 6 bulan, itu adalah gigi susu, yang mana nanti akan tanggal saat anak berusia sekitar 6 tahun dan digantikan dengan gigi permanen yang akan tumbuh secara sepenuhnya hingga gigi geraham permanen kedua di usia sekitar 12 tahun. 

Lantas, kapan gigi bungsu (geraham ketiga) ini mulai tumbuh?

Pertumbuhan gigi bungsu dimulai ketika anak menginjak remaja, umumnya yaitu berusia sekitar 17 sampai 25 tahun. Melengkapi jumlah gigi sepenuhnya pada manusia dewasa, rata-rata berjumlah 32 (atas dan bawah).

Berdasarkan waktu kemunculan yang terpaut cukup jauh dari saudara gigi-gigi lainnya, bungsu seringkali membutuhkan perhatian  khusus dikarenakan letaknya yang paling ujung di dalam mulut, dan seringnya gigi bungsu kekurangan ruang untuk tumbuh secara normal. Dalam artikel ini, Anda akan mengenal lebih jauh tentang gigi bungsu. Meliputi gejala tumbuhnya gigi bungsu, odontektomi (operasi pencabutan gigi impaksi), impaksi (pertumbuhan tidak normal), hingga perawatan.

Mengenal Gigi Bungsu, Gigi yang Tumbuh Terakhir

Gigi bungsu adalah gigi yang tumbuh terakhir, artinya setelah pertumbuhan gigi ini tidak ada lagi gigi yang tumbuh. Umumnya berada di rentang usia 17 sampai 25 tahun.

Nama lain gigi bungsu ini adalah geraham permanen ketiga,. Secara umum, manusia memiliki tiga (3) buah gigi geraham permanen di setiap sisi, yang mana geraham permanen pertama tumbuh di usia 6 tahun dan geraham permanen kedua tumbuh sekitar usia 12 tahun. 

Gigi geraham ketiga membutuhkan perhatian  khusus baik dalam perawatan maupun pengobatan dikarenakan letaknya yang paling ujung di dalam mulut, dan seringnya gigi bungsu kekurangan ruang untuk tumbuh secara normal. Pertumbuhan gigi bungsu tidak jarang diikuti dengan rasa nyeri, sakit, atau bengkak.

Apalagi ketika mengalami masalah seperti impaksi gigi. Impaksi adalah kondisi gigi yang tidak dapat tumbuh secara normal, keberadaannya tidak muncul sepenuhnya atau sebagian.

Gigi geraham bungsu yang mengalami impaksi, dapat berisiko merusak geraham kedua yang berada di sebelahnya. Atau merusak tulang dan gusi di sekitarnya yang mengakibatkan rasa sakit hingga bengkak.

Salah satu tindakan yang paling umum diambil untuk bungsu yang mengalami impaksi adalah operasi gigi bungsu (wisdom tooth surgery) atau odontektomi. Operasi itu bertujuan untuk mencabut gigi bungsu yang tumbuh tidak normal, sehingga masalah kesehatan mulut dan gigi bisa diantisipasi.

Gejala pada Gigi Bungsu yang Umum Terjadi

Menyikat gigi menjadi praktik dasar kebersihan gigi dan mulut. Anda dapat menyikat gigi selama dua menit pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Praktik dasar tersebut dapat mengurangi risiko dan gejala yang muncul di bagian gigi bungsu.

Berikut merupakan beberapa gejala yang umum terjadi, serta solusi untuk mengatasinya.

1. Gigi Bungsu Tumbuh

Umumnya gigi yang mau tumbuh dibarengi dengan gusi bengkak dan kadang terasa sakit. Maka dari itulah bayi yang mengalami pertumbuhan gigi pertamanya terkadang akan lebih rewel daripada biasanya.

Begitu pula ketika tumbuh gigi bungsu terkadang akan muncul rasa nyeri atau pembengkakan di area sekitar gigi yang mau tumbuh. Namun setelah gigi tumbuhan keluar dari gusi dengan keadaan yang normal nyeri itu perlahan akan menghilang. Pembengkakan gusi dan nyeri saat gigi mau tumbuh dapat diminimalisasi dengan menjaga kebersihan rongga mulut terutama di area tumbuhnya gigi.

Jika pertumbuhan gigi normal, Anda sebenarnya tidak membutuhkan tindakan apa-apa. Namun kalau mengalami keluhan parah, bisa memeriksakan diri ke dokter gigi terdekat untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat. 

2. Gusi Gigi Bungsu Bengkak

Perikoronitis adalah peradangan  yang terjadi di gusi sekitar gigi biasanya terjadi di sekitar gigi yang baru tumbuh. Kalau pertumbuhan gigi normal maka bengkak itu akan hilang dalam beberapa hari. Sedangkan kalau pertumbuhan tidak normal, membutuhkan tindakan khusus baik dari obat maupun operasi.

Anda dapat menggunakan beberapa cara di bawah ini supaya pembengkakan segera teratasi.

  1. Tetap membersihkan area gusi yang bengkak dengan menyikat gigi secara halus.
  2. Berkumur menggunakan air garam atau mouthwash anti bakteri;
  3. Kompres dingin di bagian luar dan dalam untuk mengantisipasi peradangan lebih parah.

Jika sudah melakukan upaya untuk mengurangi bengkak di area gusi gigi bungsu namun belum kunjung reda, ada baiknya konsultasi ke dokter gigi.

3. Gigi Bungsu Sakit

Sakit yang terjadi di bagian geraham terakhir banyak faktornya, yaitu faktor normal dan abnormal. Faktor normal lantaran proses pertumbuhangigi bungsu, sedangkan faktor abnormal lantaran pertumbuhannya tidak wajar atau infeksi.

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter gigi di klinik. Untuk memperoleh penjelasan diagnosis serta obat nyeri yang tepat.

4. Posisi Gigi Bungsu Impaksi

Jika sakit terjadi karena faktor abnormal yaitu impaksi gigi, obat gusi bengkak hanya meredakan sementara namun tidak menuntaskan masalah utamanya.. Gigi Impaksi dapat terjadi di bawah gusi maupun di atas gusi, di mana pertumbuhan gigi bungsu miring, menekan gigi depannya, bahkan tertanam di dalam tulang sehingga bila pasien memiliki keluhan maka untuk mengambil gigi tersebut perlu dilakukan operasi.

Odontektomi secara sederhana merupakan operasi untuk mengangkat gigi impaksi. Ketika menjalani odontektomi, pasien tidak merasakan sakit karena memperoleh bius lokal. Prosesnya berlangsung relatif cepat sekitar kurang lebih 45 menit.

5. Infeksi Gusi Gigi

Gejala lainnya yang umum terjadi adalah infeksi di gusi bungsu. Infeksi ini muncul lantaran terdapat luka terbuka, diikuti dengan sisa makanan berhari-hari yang menjadi sarang bakteri.

Pada tingkat yang lebih parah, infeksi akan memunculkan nanah di gusi. Sebelum itu terjadi, bersihkan gigi dan gusi dengan sikat gigi setidaknya 2-3 kali sehari.

Bersihkan juga sisa makanan yang terselip menggunakan benang gigi, batasi makanan atau minuman yang mengandung gula tinggi, bila diperlukan  gunakan mouthwash anti bakteri.

Perawatan Gigi Bungsu Normal dan Berlubang

Gigi geraham bungsu membutuhkan perawatan khusus karena posisinya yang berada di ujung belakang sehingga kurang terlihat ketika kita menyikat gigi. Apalagi jika gigi bungsu tampak mengalami kondisi impaksi..

1. Perawatan Normal

Setiap orang pasti menginginkan punya gigi normal dan sehat, hanya saja tidak semua mau melakukan perawatan untuk menggapai ingin itu. Khususnya pada gigi bungsu, di mana pertumbuhan normal pun tetap dibarengi dengan rasa sakit, nyeri, hingga bengkak.

  1. Rajin menyikat gigi setidaknya selama 2 menit pada pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Gunakan juga mouthwash sesuai anjuran dokter gigi serta benang gigi untuk menghilangkan sisa kotoran di sela gigi secara maksimal.
  2. Mengkonsumsi makanan bergizi, rutin mengkonsumsi buah dan sayur guna menyuplai nutrisi ke tulang dan gigi.
  3. Mencukupi kebutuhan air putih, yaitu sekitar 2 liter atau 8 gelas per hari. Kebutuhan air putih semakin banyak jika melakukan aktivitas yang memicu ekskresi (berkeringat).
  4. Mengurangi makan makanan manis dan melekat/lengket di gigi. Gula menempel pada gigi menjadi makanan bakteri di dalam mulut yang selanjutnya dapat merusak lapisan-lapisan di gigi, hasilnya gigi normal menjadi berlubang. Lebih lanjut lagi, gigi berlubang dapat berkembang semakin dalam dan melebar yang bisa menimbulkan masalah yang jauh lebih parah.
  5. Tidak ada salahnya rutin konsultasi ke dokter gigi. Waktu yang direkomendasikan mendatangi dokter gigi adalah enam (6) bulan sekali.

Anda tidak perlu khawatir, semakin dini Anda periksa ke dokter gigi maka perawatan yang diberikan biasanya tidak sakit. Bahkan operasi pengangkatan gigi bungsu tidak sakit karena di bawah anastesi lokal. Yang sakit adalah apabila kita terus menunda ke dokter gigi sampai ada keluhan sakit atau selama  proses penyembuhan/pemulihan pasca-operasi. 

2. Perawatan Berlubang

Sebagaimana yang sudah kami sampaikan sebelumnya bahwa, gigi berlubang dapat menimbulkan masalah yang jauh lebih kronis dan parah. Lubang di gigi adalah sarang bakteri, ini semakin mengkhawatirkan jika orang tersebut jarang membersihkan gigi.

Bakteri yang menumpuk menjadikan lubang sebagai rumahnya. Bakteri itu berkembang biak banyak sekali, memperbesar lubang dan membuatnya lebih dalam. Kalau lubang sampai ke saraf gigi, akan terasa nyeri dan sangat sakit.

a) Perawatan Fluoride

Sebelum muncul lubang gigi, lapisan enamel gigi akan mengalami kerusakan seperti bercak berwana putih yang tidak bisa hilag, Jika gejala ini muncul perawatan yang dapat dipilih adalah  memperkuat enamel gigi melalui perawatan fluoride. Perawatan ini bertujuan memulihkan lapisan enamel gigi yang sudah rusak, yaitu berupa gel, busa, obat, atau cairan ke permukaan di gigi.

b) Perawatan Tambal Gigi

Bila gigi sudah terlanjur berlubang, maka perawatan yang dapat dilakukan adalah tambal gigi. Dokter gigi akan membersihkan jaringan gigi yang sudah mati akibat lubang dengan mengebor bagian gigi yang rusak dan kemudian menutup lubang menggunakan bahan restorasi atau bahan tambal yaitu berupa resin komposit atau semen ionomer kaca, atau bahan lain seperti logam, porselen, atau bahan campuran lainnya. 

Bila lubang gigi sudah mencapai ke ruang saraf gigi, maka perawatan yang diperlukan bukan hanya ditambal saja namun dibutuhkan tambahan perawatan lainnya yaitu perawatan saluran akar agar bakteri penyebab infeksi gigi hilang dan tidak kembali masuk ke dalam gigi.

c) Perawatan Cabut Gigi

Jika kerusakannya sudah parah dan dapat berisiko merusak gigi atau jaringan di sekitarnya, melakukan pencabutan gigi hingga operasi gigi bungsu menjadi pilihan. Untuk gigi permanen selain gigi bungsu, mencabut gigi akan meninggalkan ruang kosong yang berpengaruh pada tampilan, fungsi mengunyah, dan fungsi bicara, guna mengatasi hal ini Anda dapat memilih untuk menggunakan gigi tiruan, baik gigi tiruan yang cekat seperti implan gigi atau gigi tiruan jembatan (bridge) maupun gigi tiruan lepasan.

Sebagaimana nasihat orang tua, mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh karenanya, sebelum terjadi gigi berlubang jangan malas untuk melakukan perawatan!

Pentingnya Merawat Kesehatan Gigi Bungsu

Ciri atau tanda gigi bungsu tumbuh biasanya timbul rasa nyeri di bagian pangkal mulut dalam dan gusi di sekitar geraham ketiga bengkak. Memang, pertumbuhan gigi geraham bungsu terkadang menimbulkan rasa sakit, dan ini wajar dan normal dialami oleh mayoritas orang.

Meski begitu, tindakan lanjut guna memastikan tidak ada impaksi pada bungsu sangatlah penting. Ketika Anda konsultasi ke dokter gigi, akan disarankan melakukan rontgen guna melihat dengan jelas arah pertumbuhan bungsu.

Jika bungsu tumbuh tidak normal, sebagian atau sepenuhnya, ke kiri atau kanan, biasanya disarankan untuk operasi gigi bungsu atau odontektomi. Operasi yang dilakukan di awal ini bertujuan sebagai langkah preventif atau pencegahan, supaya Anda tidak merasakan sakit kalau bungsu sudah tumbuh penuh. Nah, melakukan perawatan gigi bungsu penting karena:

  1. Menghindari masalah gigi, seperti nyeri, sakit, bengkak, infeksi, .
  2. Mencegah penyakit yang muncul di gusi, seperti periodontitis dan gingivitis;
  3. Mencegah terjadinya bau mulut, yang notabene muncul karena sisa makanan dan karang gigi dan bakteri menumpuk di mulut;
  4. Lebih hemat karena datang ke klinik hanya untuk kontrol dan konsultasi, tanpa harus melakukan tindakan yang membutuhkan biaya mahal;
  5. Merasakan makanan dan minuman tetap enak, berbeda saat mengalami sakit yang membuat makanan apa saja tidak enak;

Merawat gigi bungsu pada khususnya, serta semua gigi pada umumnya sangatlah penting. Anda tidak perlu khawatir, datang ke dokter gigi sebenarnya tidak pernah sakit. Dengan konsultasi rutin setidaknya 6 bulan sekali, dapat menghindari masalah pada kesehatan mulut dan gigi, atau setidaknya mengetahui indikasi awal terjadinya masalah supaya segera ditangani dengan tepat.

Ditinjau oleh: drg. Mediani Retno Putri, MARS

Siap untuk wujudkan senyum idealmu?

Yuk pilih cabang untuk konsultasi dengan dokter gigi ahli kami