Bolehkah Tambal Gigi saat Hamil? Simak Penjelasannya
Daftar Isi
Bagi ibu hamil (bumil), semua tindakan medis pastilah akan dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya, apakah aman untuk janin atau sebaliknya, termasuk tambal gigi saat hamil.
Pada kesempatan ini, Mydents Dental Care akan memberikan penjelasan mengenai keamanan ibu hamil tambal gigi. Jika ada yang masih membuat Anda bingung atau khawatir, jangan ragu untuk melakukan konsultasi online gratis dengan dokter gigi spesialis terdekat kami via chat.
Faktanya, lebih dari 50% bumil mengalami morning sickness, seperti mual dan muntah. Munculnya masalah gigi ngilu atau sakit karena berlubang tentunya akan menambah penderitaan bumil.
Saat bumil muntah karena morning sickness, zat asam tersebut berisiko besar mengikis lapisan perlindungan paling luar gigi, yaitu enamel, sehingga dapat mengakibatkan gigi berlubang. Jadi, mungkin saja sebelum hamil gigi Anda sehat, tetapi sewaktu kehamilan mulai merasakan gejala awal gigi berlubang (karies).
Apakah Aman Tambal Gigi saat Hamil?
Bolehkah ibu hamil tambal gigi? Melakukan perawatan gigi, baik itu tambal gigi, pemasangan mahkota, bahkan Perawatan Saluran Akar (PSA) dan cabut gigi boleh dilakukan saat kehamilan. Bukan hanya boleh, melakukan perawatan pada gigi justru dianjurkan untuk menghindari komplikasi infeksi yang justru berdampak buruk pada janin.
1. Studi Medis tentang Tambal Gigi saat Hamil
Studi medis menunjukkan bahwa tambal gigi aman untuk ibu hamil, pertanyaan yang lebih tepat adalah kapan? Idealnya, Anda harus melakukan pemeriksaan gigi dan mulut sebelum merencanakan kehamilan. Namun, apabila Anda sudah dalam kondisi hamil dan mempunyai keluhan di area rongga mulut, Anda boleh datang kapan saja ke dokter gigi untuk mendapatkan tindakan atau pengobatan yang tepat. Anda boleh melakukan perawatan tambal gigi saat hamil trimester kedua, atau bahkan pencabutan gigi sekalipun. Hanya saja, waktu yang paling nyaman untuk melakukan perawatan gigi adalah saat memasuki trimester kedua. Hal ini dikarenakan pada trimester pertama, biasanya ibu hamil seringkali mengalami kondisi mual muntah yang cukup parah, sedangkan pada trimester ketiga, kandungan yang sudah terlalu besar membuat ibu hamil tidak nyaman ketika berbaring dalam waktu yang lama.
- Anestesi gigi saat hamil aman atau tidak? Lidocaine, anestesi lokal yang umum digunakan saat prosedur perawatan gigi seperti pencabutan gigi, termasuk ke dalam kategori B menurut US FDA, yang berarti dianggap aman digunakan dengan dosis yang sesuai selama kehamilan.
- Prosedur penambalan yang benar dan tepat tidak akan mempengaruhi janin. Oleh sebab itu, penting untuk memilih klinik yang memiliki tenaga spesialis dan berpengalaman, seperti Mydents Dental Care.
- Membiarkan infeksi karena karies atau gigi berlubang justru menimbulkan gejala sakit, bahkan pada beberapa kasus dapat menyebabkan risiko kelahiran prematur. Melakukan perawatan gigi, seperti tambal gigi adalah salah satu prosedur untuk mencegah infeksi tersebut.
- Bahan tambalan gigi seperti resin komposit aman untuk ibu hamil.
- Konsultasi dengan dokter gigi merupakan tindakan yang tepat. Dokter gigi dapat memberikan tindakan yang tepat dan meresepkan obat yang sesuai dengan kondisi kehamilan tanpa harus membuat Anda khawatir dengan hal lainnya.
Jadi, membiarkan gigi berlubang bukan sesuatu yang benar. Justru sebaliknya, Anda harus memeriksakan ke dokter gigi untuk memperoleh rekomendasi tindakan yang paling sesuai dan aman untuk janin.
Tidak hanya tambal gigi (dental filling), prosedur lain seperti scaling (pembersihan karang gigi), pemasangan crown (mahkota gigi), PSA, maupun cabut gigi juga aman dengan mempertimbangkan manfaat yang diperoleh lebih tinggi daripada risikonya.
2. Risiko Apa Saja yang Harus Diwaspadai?
Sebenarnya, efek samping tambal gigi pada ibu hamil relatif kecil. Ketika dokter gigi yang menangani Anda sudah tahu kondisi Anda sedang hamil, dokter akan menyesuaikan prosedur tindakan dengan kondisi Anda tersebut.
Berdasarkan penjelasan di atas, risiko tambal gigi untuk ibu hamil dapat kita simpulkan dalam poin-poin berikut ini.
- Anestesi diberikan untuk membuat tambal gigi tidak sakit, namun pemberian anestesi perlu dilakukan dengan dosis yang disesuaikan. Untuk mengantisipasinya cukup sederhana, Anda hanya perlu menyampaikan kepada dokter gigi kalau sedang hamil.
- Tambal gigi pada kondisi tertentu membutuhkan rontgen. Dokter gigi akan menimbang manfaat dibandingkan risiko yang akan ibu hamil terima. Kalaupun harus rontgen, dosis paparan yang akan diterima pun sangat kecil sehingga tergolong aman.
- Pemberian obat-obatan tertentu, seperti anti-nyeri dan antibiotik, dapat berisiko bagi janin. Oleh karena itu, penting untuk menginformasikan kondisi kehamilan Anda agar dokter gigi dapat memberikan resep obat yang aman untuk ibu hamil.
- Berbaring terlalu lama akan memberikan rasa tidak nyaman kepada bumil. Dalam hal ini, Anda dapat menginformasikan kepada dokter gigi agar posisi Anda dapat diubah menjadi lebih nyaman.
Secara garis besar, kalau Anda melakukan prosedur tambal gigi di klinik Mydents Dental Care, semuanya akan berjalan dengan aman. Alih-alih berbahaya, tambal gigi justru sangat diperlukan untuk mencegah infeksi atau komplikasi masalah lain yang berdampak pada janin.
Kapan Waktu Terbaik untuk Tambal Gigi saat Kehamilan?
Sebelumnya sudah sedikit disinggung terkait waktu paling ideal untuk tambal gigi maupun menjalani prosedur kesehatan mulut lain sewaktu hamil. Memang benar bahwa tidak ada larangan mutlak melakukan tambal gigi saat hamil, namun ada hal yang perlu dijadikan pertimbangan. Secara lebih rinci, berikut penjelasannya.
1. Trimester Pertama
Trimester pertama, yakni di 1 – 3 bulan pertama atau di minggu 1 sampai 13 kehamilan, merupakan waktu yang berisiko tinggi. Hal ini dikarenakan dua faktor: pertama, fase perkembangan janin yang cenderung rentan dan kedua, kondisi ibu hamil yang sedang mual dan muntah.
Pada waktu-waktu ini, janin sedang berada dalam masa pembentukan otak, jantung, dan organ vital yang lainnya, sehingga cenderung lebih rentan terhadap paparan zat kimia dan obat-obatan.
Meskipun demikian, dokter gigi akan menimbang segala manfaat dan risiko yang didapatkan dari perawatan gigi yang dilakukan, sehingga Anda tidak perlu khawatir.
2. Trimester Kedua
Trimester kedua, yakni di bulan keempat hingga keenam atau di minggu 14 – 26 kehamilan, merupakan waktu yang paling ideal melaksanakan prosedur tambal gigi dan perawatan yang lain.
Dalam waktu-waktu ini, kondisi janin sudah jauh lebih stabil daripada trimester pertama. Selain itu, bumil juga telah beradaptasi, sehingga lebih nyaman dan minim khawatir selama prosedur dilakukan.
3. Trimester Ketiga
Trimester ketiga, yakni di bulan ketujuh hingga kesembilan atau di minggu 27 – 40 kehamilan, merupakan waktu yang perlu diperhatikan. Hal ini dikarenakan bumil mungkin akan merasakan ketidaknyamanan saat berbaring selama prosedur tindakan gigi dilakukan karena kondisi janin yang sudah besar.
Pada dasarnya, kondisi khusus pada trimester ketiga untuk perawatan tambal gigi tetap bisa dilakukan. Anda dapat mengkomunikasikan dengan dokter gigi apabila posisi berbaring membuat Anda tidak nyaman.
Prosedur Tambal Gigi untuk Ibu Hamil: Apa yang Harus Dipersiapkan?
Gigi berlubang saat hamil apa solusinya? Anda perlu menjalani prosedur penambalan jika gigi masih bisa diselamatkan. Nah, agar bumil tidak khawatir saat menjalani prosedur tambal gigi, berikut apa saja yang perlu Anda persiapkan.
1. Konsultasi dengan Dokter Kandungan dan Dokter Gigi
Konsultasi adalah tindakan paling bijak. Datangi klinik gigi Mydents Dental Care atau hubungi dengan konsultasi online via chat. Dengan begitu Anda bisa terhubung secara langsung dengan rekomendasi dokter gigi untuk ibu hamil. Anda perlu menyampaikan beberapa informasi penting ke dokter gigi, antara lain:
- Usia kehamilan saat ini (sekarang), sampaikan secara spesifik (bukan trimester), misalnya minggu ke-16 kehamilan.
- Keluhan yang jelas dan detail terkait kondisi gigi yang Anda rasakan. Contohnya, gigi ngilu, nyeri berdenyut-denyut, terasa berlubang saat menyentuhnya dengan lidah, lokasinya di gigi geraham sulung, gusi sekitar agak bengkak dan berdarah, dan lain sebagainya.
- Riwayat kehamilan sebelumnya, apakah Anda pernah mengalami komplikasi atau tidak. Jika pernah, komplikasi seperti apa yang Anda alami, informasi ini biasanya Anda dapatkan saat kontrol rutin ke bidan/dokter kandungan.
- Riwayat penyakit lain yang sedang atau pernah diderita. Meski tidak ada kondisi medis khusus yang melarang tambal gigi, informasi riwayat penyakit akan memberikan kemudahan dalam pemilihan obat. Contohnya, darah tinggi atau diabetes.
- Informasi tentang alergi, baik alergi bahan lateks, obat bius, bahan tambal gigi, atau lainnya.
- Informasikan apakah Anda sedang mengkonsumsi obat-obat tertentu, baik obat herbal maupun kimia selama ini.
- Terakhir namun bukan akhir, adalah informasi bahwa Anda sudah mendapat izin dari bidan/dokter kandungan Anda.
Jika Anda belum mengantongi izin, alangkah bijak sebelum mendatangi klinik gigi Mydents Dental Care, Anda konsultasi dulu dengan dokter kandungan. Namun secara umum, bidan atau dokter kandungan selalu mengizinkan melakukan prosedur tambal gigi saat hamil.
2. Bahan Tambal Gigi yang Aman untuk Ibu Hamil
Secara umum ada 2 (dua) jenis bahan tambalan gigi yang umumnya tersedia di klinik, yaitu resin komposit dan glass ionomer cement (GIC). Selain kedua bahan tambalan tersebut, ada juga pilihan bahan tambal yang dapat dibuat di lab, yakni bahan porselen atau zirkonia.
Bahan | Keamanan | Keterangan |
Resin komposit | Aman | Tambalan sewarna dengan gigi sehingga estetik. Merupakan jenis tambalan yang paling umum digunakan. |
GIC | Aman | Indikasi dan pilihan warna tambalan terbatas. |
Porselen | Aman | Prosedur pembuatannya lebih kompleks, namun unggul dari segi kekuatan dan estetika. |
3. Apakah Bius Lokal Aman untuk Janin?
Apakah ada pengaruh bius lokal pada ibu hamil saat perawatan gigi? Terdapat banyak pilihan obat bius lokal di bidang kedokteran gigi. Dokter gigi tentu akan menyesuaikan jenis obat bius yang akan digunakan untuk ibu hamil. Obat bius lokal aman untuk bumil dan janin, asalkan dosisnya tepat.
Bius lokal aman untuk janin karena hanya bekerja di sekitar gigi, tidak seperti bius total yang berpengaruh sistemik ke seluruh tubuh. Selain itu, dosis tepat dan tidak berlebihan akan memberikan keamanan yang lebih baik, serta menghindari risiko yang tidak diinginkan. Maka dari itulah, pastikan kalau dokter gigi tahu Anda sedang hamil.
Apakah Rontgen Gigi Aman untuk Ibu Hamil?
Perhatikan bahwa rontgen gigi bukan sesuatu yang wajib dan pasti dilakukan saat Anda menjalani prosedur tambal gigi.
Dalam jurnal berjudul Women’s awareness regarding the use of dental imaging during pregnancy (2021) yang diterbitkan PubMed Central National Library of Medicine, mengungkapkan bahwa rontgen atau radiografi merupakan tindakan gigi yang aman saat hamil.
American Dental Association dan American Congress of Obstetricians and Gynecologists menyatakan bahwa wanita hamil dapat melakukan radiografi gigi, pada trimester mana pun selama kehamilan, dengan penerapan tindakan proteksi radiasi untuk menjaga dosis serendah mungkin agar dapat dicapai secara wajar.
Perlindungan dan Standar Keamanan saat Rontgen
Perlindungan khusus yang diperlukan bumil jika harus rontgen, antara lain:
- Lead Apron dipakai dari leher hingga bawah perut untuk melindungi paparan radiasi sekecil apa pun.
- Arah rontgen jelas dan fokus, yaitu hanya pada area gigi yang mau ditambal.
- Penerapan prinsip As Low As Reasonably Achievable (ALARA) yaitu meminimalkan penggunaan dosis radiasi serendah mungkin yang bisa dicapai.
Alternatif Jika Tidak Bisa Tambal Gigi Saat Hamil
Jika Anda tidak (atau belum) bisa menjalani prosedur tambal gigi saat hamil trimester pertama maupun alasan lain, tenang, masih ada alternatif yang bisa Anda lakukan.
1. Perawatan Sementara di Klinik atau Rumah
a. Tambal Gigi Sementara
Kabar baiknya, jenis tambal gigi ada yang sementara (temporary filling) dan permanen (permanent filling). Tambalan sementara berfungsi untuk melindungi gigi, mencegah kerusakan lebih lanjut, dan memberi waktu untuk bumil menunda perawatan sementara sampai bumil merasa nyaman untuk melakukan perawatan gigi. Tentu saja, biaya tambal gigi sementara lebih terjangkau.
b. Obat Pereda Nyeri untuk Bumil
Untuk meredakan nyeri gigi sementara, Anda bisa konsultasi ke dokter gigi terlebih dahulu untuk mendapatkan obat pereda nyeri khusus untuk ibu hamil. Jangan coba-coba mengonsumsi obat sembarangan, apalagi dalam dosis yang tak tertakar. Obat yang diminum harus sesuai dengan resep dan anjuran dokter!
Untuk mencegah gigi berlubang dan mencegah gigi yang sudah terlanjur berlubang berkembang menjadi semakin parah, Anda perlu menjaga kebersihan gigi dengan perawatan rutin, misalnya sikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluoride.
2. Kapan Harus Menunda atau Mempercepat Tambal Gigi?
a. Kondisi Harus Menunda
- Fisik, mental, dan kesiapan bumil belum stabil, meski sudah berada di trimester kedua sekali pun.
- Bumil berada dalam kondisi lemah dan sering mual/muntah.
b. Kondisi Harus Mempercepat
- Gejala sakit dan nyeri sudah tak tertahankan.
- Risiko infeksi sistemik! Ini tidak boleh Anda tunda-tunda, harus segera mendapat penanganan karena bisa memicu kontraksi rahim dini. Risiko menjalani prosedur perawatan lebih kecil daripada risiko membiarkan infeksi sampai janin.
- Ketika karies gigi mengganggu nafsu makan atau menghalangi aktivitas yang berkaitan dengan pemenuhan nutrisi untuk janin.
Kapan waktu terbaik ibu hamil ke dokter gigi? Kapanpun bumil siap dan sedang berada dalam kondisi fisik yang mumpuni.
Kesimpulan
Secara garis besar, aman menjalani prosedur tambal gigi saat hamil. Justru ini lebih disarankan daripada membiarkan gigi sakit atau infeksi yang berisiko komplikasi serta membahayakan janin. Waktu ideal melakukannya adalah trimester kedua kehamilan, sebab kondisi janin dan ibunya sudah jauh lebih stabil daripada trimester pertama.
Sebenarnya, tidak ada larangan mutlak melakukan penambalan gigi saat sedang hamil. Dalam kondisi tertentu, Anda tetap boleh menjalani prosedur ini baik pada trimester pertama maupun ketiga. Namun, perlu diperhatikan bahwa melakukan perawatan gigi pada trimester pertama mungkin akan membuat bumil tidak nyaman karena sedang mengalami mual dan muntah, sedangkan perawatan gigi pada trimester ketiga mungkin akan membuat bumil kurang nyaman berbaring di kursi gigi lantaran perut sudah membesar.
Demi keselamatan janin dan kesehatan ibu, jangan mendang-mending mengambil pilihan berisiko tanpa dasar ilmiah. Langkah pertama terbaik untuk pengobatan maupun pencegahan penyakit gigi dan mulut adalah konsultasi dengan dokter gigi.
Ditinjau oleh: drg. Rebecca Grace Agustina
❓ FAQ Seputar Tambal Gigi untuk Ibu Hamil
Tidak, tambal gigi menyebabkan keguguran adalah mitos dan tidak terbukti secara ilmiah. Justru sebaliknya, membiarkan gigi infeksi dalam jangka waktu yang lama berisiko lebih besar mengakibatkan keguguran.
Keduanya cenderung aman apabila dilakukan dengan prosedur yang tepat. Cabut gigi merupakan prosedur lanjutan jika gigi karies parah/rusak dan tidak bisa diselamatkan dengan penambalan.
Ya, BPJS menanggung biaya tambal gigi untuk ibu hamil (bukan untuk tujuan estetika), berdasarkan indikasi medis yang jelas di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Siap untuk wujudkan senyum idealmu?
Yuk konsultasi dengan dokter gigi ahli kami 🙂

Behel atau Implant? Panduan Pilih Perawatan Gigi di Jaksel & Tangsel

Implant Gigi di Jakarta Selatan — Solusi Permanen Gigi Ompong

Pasang Behel Gigi di Pesanggrahan & Jakarta Selatan — Mydents Dental Care

Implant Gigi di Tangerang Selatan — Panduan Lengkap Mydents 2026

Alkohol Bisa Merusak Gigi? Ini Fakta dan Dampaknya pada Kesehatan Mulut

Siap untuk wujudkan senyum idealmu?
Yuk konsultasi dengan dokter gigi ahli kami 🙂