Setelah Behel Dilepas: Kenapa Gigi Bisa Bergeser Lagi, Jenis Retainer, dan Apa yang Harus Dilakukan Kalau Retainer Hilang atau Rusak
Setelah Behel Dilepas: Kenapa Gigi Bisa Bergeser Lagi, Jenis Retainer, dan Apa yang Harus Dilakukan Kalau Retainer Hilang atau Rusak
Daftar Isi
Kalau kamu baru menyadari gigi mulai bergeser lagi setelah behel dilepas, jangan menunggu untuk melihat apakah akan berhenti sendiri. Pergerakan yang baru terjadi jauh lebih mudah dikoreksi dibanding pergerakan yang sudah berjalan berbulan bulan. Segera hubungi klinik untuk evaluasi.
Kecenderungan gigi kembali bergerak setelah perawatan ortodonti adalah hal yang wajar secara biologis, bukan tanda perawatanmu gagal. Yang menentukan apakah hasil perawatan bertahan adalah tahap setelahnya, yaitu tahap retensi. Sayangnya, tahap ini justru paling sering dianggap remeh, padahal di sinilah investasi puluhan juta rupiah bisa hilang begitu saja.
Artikel ini menjelaskan kenapa gigi bergerak kembali, jenis retainer beserta konsekuensinya, dan langkah yang perlu kamu ambil ketika retainer hilang, patah, atau terasa tidak muat lagi.
Kenapa gigi cenderung kembali ke posisi lama
Gigi tidak tertanam kaku di dalam tulang. Ada jaringan penghubung antara akar gigi dan tulang yang bersifat lentur, dan jaringan inilah yang memungkinkan gigi digerakkan selama perawatan behel.
Ketika behel dilepas, gigi memang sudah berada di posisi baru, tetapi jaringan pendukung di sekitarnya belum sepenuhnya menyesuaikan diri. Serat serat di sekitar gigi masih menyimpan kecenderungan menarik gigi kembali ke arah semula, dan tulang di sekitarnya masih dalam proses penyesuaian. Proses ini berlangsung jauh lebih lama daripada yang diperkirakan kebanyakan orang.
Ada juga faktor yang tidak berhenti bekerja seumur hidup: tekanan dari lidah, bibir, dan pipi, kebiasaan seperti menggertakkan gigi, serta perubahan alami susunan gigi seiring bertambahnya usia. Karena itu, sebagian orang tetap memerlukan retainer dalam jangka sangat panjang, dan itu bukan pertanda perawatan mereka kurang berhasil.
Yang paling penting dipahami Retainer bukan aksesori tambahan setelah perawatan selesai. Retainer adalah bagian dari perawatan itu sendiri. Anggap saja begini: behel memindahkan gigi ke posisi yang benar, retainer menahannya tetap di sana sampai jaringan di sekitarnya benar benar menerima posisi baru itu. Berhenti memakai retainer sama artinya dengan menghentikan perawatan sebelum selesai, hanya saja akibatnya baru terlihat beberapa bulan kemudian. |
Tanda gigi mulai bergeser yang perlu kamu perhatikan
- Retainer terasa lebih sesak atau ada bagian yang menekan, padahal sebelumnya terasa pas.
- Retainer tidak bisa masuk sepenuhnya, atau perlu ditekan lebih kuat dari biasanya.
- Muncul celah kecil di antara gigi yang sebelumnya rapat.
- Gigi depan bawah mulai terlihat sedikit berjejal atau memutar.
- Gigitan terasa berbeda, misalnya ada gigi yang terasa lebih dulu bertemu saat mengatupkan mulut.
- Ada bagian kawat retainer permanen yang lepas dari salah satu gigi.
Retainer yang terasa sesak adalah tanda paling awal dan paling sering diabaikan. Itu artinya gigi sudah bergerak sedikit dan retainer sedang bekerja menariknya kembali. Kalau kondisi ini muncul karena kamu sempat lama tidak memakainya, jangan memaksakan sampai masuk. Hubungi klinik lebih dulu.
Jenis retainer dan konsekuensinya
Jenis | Cara kerja | Kelebihan | Yang perlu diperhatikan |
Retainer lepasan berbahan pelat dengan kawat | Dipasang dan dilepas sendiri, menahan gigi lewat kawat dan pelat yang menempel pada langit langit atau bawah lidah | Lebih mudah dibersihkan, lebih tahan lama, dan bagian kawatnya masih bisa disesuaikan sedikit oleh dokter | Terlihat saat dipakai, dan hasilnya sepenuhnya bergantung pada kedisiplinan pemakaian |
Retainer lepasan transparan | Cetakan bening yang menutupi seluruh permukaan gigi | Lebih tidak terlihat sehingga banyak orang lebih konsisten memakainya | Lebih mudah retak atau berubah bentuk bila terkena air panas, dan perlu diganti secara berkala |
Retainer permanen berupa kawat di belakang gigi | Kawat halus direkatkan di sisi dalam gigi depan sehingga menahan posisi secara terus menerus | Tidak bergantung pada kedisiplinan pemakaian dan tidak terlihat dari luar | Membutuhkan pembersihan sela yang lebih telaten, dapat lepas tanpa disadari, dan tetap perlu kontrol berkala |
Kombinasi permanen dan lepasan | Kawat permanen di area gigi depan, ditambah retainer lepasan untuk seluruh lengkung gigi | Perlindungan paling menyeluruh, sering dipilih pada kasus dengan kecenderungan bergerak yang tinggi | Biaya awal lebih tinggi dan menuntut perawatan pada kedua jenis alat |
Tidak ada jenis yang paling baik untuk semua orang. Pilihan bergantung pada jenis kasus yang kamu jalani, seberapa besar pergerakan yang dilakukan selama perawatan, kondisi gusi, dan gaya hidup kamu.
Berapa lama retainer harus dipakai
Pola yang umum digunakan adalah pemakaian yang sangat intensif pada periode awal setelah behel dilepas, lalu dikurangi secara bertahap sesuai evaluasi dokter, dan dilanjutkan dengan pemakaian pemeliharaan dalam jangka panjang.
Durasi pastinya tidak sama untuk setiap orang. Kasus yang melibatkan pergerakan besar, penutupan celah, atau perputaran gigi umumnya membutuhkan retensi lebih lama. Yang perlu kamu lakukan bukan mencari angka umum di internet, melainkan menanyakan jadwal pengurangan pemakaian yang spesifik untuk kasus kamu, dan kapan evaluasi berikutnya dilakukan.
Satu hal yang perlu diterima sejak awal: banyak pasien tetap memerlukan pemakaian pemeliharaan dalam jangka sangat panjang. Menganggap retainer sebagai tahap yang akan berakhir pada tanggal tertentu sering menjadi awal dari kembalinya gigi ke posisi lama.
Apa yang harus dilakukan kalau retainer hilang, patah, atau tidak muat
Retainer hilang
- Hubungi klinik pada hari yang sama atau sesegera mungkin. Ini bukan hal yang bisa ditunda sampai akhir bulan.
- Kalau kamu punya retainer lama yang masih tersimpan dan masih bisa masuk tanpa dipaksa, pakai sementara sambil menunggu penggantian, dan sampaikan hal ini ke dokter.
- Jangan menunggu sampai kamu merasa gigi bergeser. Pada tahap itu, penggantian saja mungkin sudah tidak cukup.
Retainer patah atau retak
- Berhenti memakainya. Retainer yang retak dapat memberi tekanan yang tidak merata dan justru menggerakkan gigi ke arah yang salah, selain berisiko melukai jaringan mulut.
- Simpan pecahannya dan bawa saat kunjungan, karena membantu dokter menilai penyebab kerusakan.
- Jangan merekatkan sendiri dengan lem apapun. Bahan perekat rumah tangga tidak aman berada di dalam mulut.
Retainer terasa sesak atau tidak bisa masuk
- Jangan dipaksakan. Memaksa memasang retainer yang sudah tidak sesuai dapat menimbulkan tekanan berlebihan pada gigi tertentu.
- Hubungi klinik dan jelaskan sejak kapan tidak dipakai serta bagian mana yang terasa menekan.
- Bersiaplah bahwa mungkin dibutuhkan pencetakan ulang, dan pada sebagian kasus diperlukan koreksi kecil lebih dulu sebelum retainer baru dibuat.
Kawat retainer permanen lepas dari salah satu gigi
- Segera hubungi klinik meski tidak terasa sakit. Kawat yang lepas sebagian membuat gigi tersebut tidak lagi tertahan, sementara gigi lain masih terikat.
- Hindari menyentuh atau menggerakkannya dengan lidah dan jari.
- Bila ada ujung kawat yang menusuk, tutup sementara dengan wax ortodonti sampai bisa diperiksa.
Merawat retainer agar awet
- Bersihkan setiap hari dengan sikat lembut dan air, sesuai anjuran dokter yang membuatkan alat kamu.
- Jangan gunakan air panas pada retainer transparan. Panas dapat mengubah bentuknya secara permanen sehingga tidak lagi menahan gigi dengan benar.
- Selalu simpan di wadahnya. Retainer yang dibungkus tisu di atas meja makan adalah penyebab kehilangan paling umum, karena sering ikut terbuang.
- Lepaskan saat makan dan saat minum yang berwarna atau panas, kecuali ada anjuran berbeda dari dokter.
- Jauhkan dari jangkauan hewan peliharaan. Ini terdengar sepele tetapi menjadi penyebab kerusakan yang cukup sering terjadi.
- Bawa saat kontrol berkala, agar dokter dapat memeriksa kesesuaiannya, bukan hanya memeriksa gigi kamu.
Kalau gigi sudah terlanjur bergeser jauh
Kalau kamu berhenti memakai retainer bertahun tahun dan susunan gigi sudah berubah cukup banyak, membuat retainer baru dari cetakan kondisi saat ini tidak akan mengembalikan posisi gigi. Retainer hanya menahan, tidak menggerakkan.
Yang dibutuhkan adalah evaluasi ulang untuk menentukan seberapa jauh pergeserannya dan pilihan yang tersedia. Pada pergeseran ringan, koreksi terbatas dalam waktu singkat kadang sudah memadai. Pada pergeseran yang lebih besar, mungkin diperlukan perawatan ortodonti ulang, meski biasanya tidak selama perawatan pertama karena kondisi awalnya sudah jauh lebih baik daripada dulu.
Kabar baiknya, semakin cepat kamu memeriksakan diri, semakin besar kemungkinan penanganannya cukup ringan. Inilah alasan utama artikel ini menyarankan datang saat retainer mulai terasa sesak, bukan saat celah sudah terlihat di cermin.
Layanan retensi dan evaluasi pasca ortodonti di Mydents Dental Care
Mydents Dental Care melayani pembuatan retainer, penggantian retainer yang hilang atau rusak, perbaikan retainer permanen, dan evaluasi pascaperawatan ortodonti di lima cabang, yaitu Pamulang, Bintaro Sektor 9, Pesanggrahan, Ciledug, dan Bekasi.
Kami juga menerima pasien yang menjalani perawatan behel di tempat lain dan membutuhkan penanganan retensi, termasuk kasus yang sudah lama tidak memakai retainer. Pada kunjungan pertama, kamu akan menerima penilaian mengenai seberapa jauh pergeseran yang terjadi dan pilihan penanganan yang tersedia, beserta estimasi biayanya.
Seluruh cabang buka setiap hari sampai malam, sehingga penanganan retainer yang patah atau hilang tidak perlu menunggu sampai akhir pekan.
 FAQ (Frequently Asked Questions)
Bergantung pada jenis kasus dan seberapa besar pergerakan yang dilakukan selama perawatan. Polanya umumnya dimulai dari pemakaian intensif lalu dikurangi bertahap sesuai evaluasi dokter. Banyak pasien tetap memerlukan pemakaian pemeliharaan dalam jangka panjang. Tanyakan jadwal spesifik untuk kasus kamu.
Belum tentu. Bergantung pada seberapa jauh gigi bergeser. Pergeseran ringan kadang dapat ditangani dengan koreksi terbatas. Pergeseran yang lebih besar mungkin membutuhkan perawatan ulang. Hanya pemeriksaan yang bisa menentukannya, dan semakin cepat diperiksa semakin ringan penanganannya.
Kawat retainer permanen dapat bertahan lama, tetapi tetap perlu dikontrol karena bisa lepas atau patah tanpa disadari. Sebagian pasien mempertahankannya dalam jangka sangat panjang dengan pemeriksaan berkala. Keputusan mempertahankan atau melepasnya ditentukan bersama dokter.
Tidak, selama kebersihan mulut dijaga dan kontrol berkala dilakukan. Yang berisiko adalah retainer yang tidak pernah dibersihkan atau kawat permanen yang selanya tidak pernah dibersihkan, karena dapat memicu penumpukan plak dan peradangan gusi.
Bisa. Yang dibutuhkan adalah pemeriksaan kondisi gigi kamu saat ini dan pencetakan baru. Bila kamu memiliki rekam medis atau catatan dari klinik sebelumnya, sebaiknya dibawa karena membantu dokter memahami arah perawatan yang sudah dijalani.
Siap untuk wujudkan senyum idealmu?
Yuk konsultasi dengan dokter gigi ahli kami 🙂
Artikel Lainnya
Gigi Berlubang Besar: Dipertahankan dengan Perawatan Saluran Akar atau Dicabut? Kerangka Keputusan Beserta Konsekuensi Jangka Panjangnya

Promo Behel Metal Premium Free Scaling – Mydents Dental Care


Promo Behel Metal Spesialis Ortodonti – Mydents Dental Care

Promo Behel Merdeka Smile Behel Damon Self Ligating – Mydents Dental Care

Gigi Kuning Padahal Rajin Sikat Gigi? Kenali Dulu Penyebabnya

Siap untuk wujudkan senyum idealmu?
Yuk konsultasi dengan dokter gigi ahli kami 🙂