Pasang atau Lanjut Behel Saat Hamil dan Menyusui: Aman atau Sebaiknya Ditunda?
Pasang atau Lanjut Behel Saat Hamil dan Menyusui: Aman atau Sebaiknya Ditunda?
Daftar Isi
Kehamilan bukan alasan untuk berhenti memakai behel, dan pada banyak kasus juga bukan penghalang untuk mulai memasangnya. Yang berubah selama hamil bukan behelnya, melainkan beberapa penyesuaian pada jadwal kontrol, jenis pemeriksaan penunjang, dan perhatian ekstra pada kesehatan gusi, yang memang lebih rentan selama masa kehamilan.
Artikel ini menjawab kekhawatiran yang paling sering muncul: apakah rontgen gigi aman, trimester mana yang paling nyaman untuk kontrol, dan apa yang berbeda antara melanjutkan perawatan yang sudah berjalan dengan memulai perawatan baru saat sedang hamil atau menyusui.
Kabar baik yang perlu kamu dengar lebih dulu
Behel bekerja secara mekanis, menggerakkan gigi lewat tekanan pada gigi dan tulang penyangga. Prosesnya tidak melibatkan obat obatan sistemik yang beredar lewat aliran darah, dan tidak ada bagian dari mekanisme behel yang secara langsung memengaruhi janin atau bayi yang disusui. Inilah alasan kenapa behel secara umum dianggap aman selama kehamilan dan menyusui, dengan beberapa penyesuaian yang sifatnya kehati hatian, bukan karena bahaya langsung dari behel itu sendiri.
Melanjutkan behel yang sudah terpasang sebelum hamil
Ini situasi yang paling umum. Kalau kamu sudah memakai behel sebelum hamil, kontrol rutin tetap perlu dilanjutkan. Menghentikan kontrol selama sembilan bulan justru berisiko membuat pergerakan gigi berjalan tidak terarah atau gigi tertahan terlalu lama pada posisi yang belum final.
- Penyesuaian kawat dan penggantian karet elastis tetap bisa dilakukan seperti biasa.
- Rontgen kontrol rutin, bila memang direncanakan pada jadwal tersebut, umumnya ditunda sampai setelah melahirkan kecuali ada indikasi mendesak, sebagai bentuk kehati hatian standar meskipun risiko dari rontgen gigi dengan pelindung yang tepat sangat kecil.
- Posisi duduk di kursi perawatan disesuaikan seiring bertambahnya usia kehamilan, terutama pada trimester ketiga saat berbaring lama menjadi kurang nyaman.
- Sesi kontrol bisa dipersingkat bila kamu merasa cepat lelah atau kurang nyaman duduk lama.
Memulai behel baru saat sedang hamil
Ini yang lebih sering menimbulkan keraguan. Secara medis, tidak ada larangan mutlak memulai perawatan ortodonti saat hamil. Yang perlu dipertimbangkan adalah kenyamanan dan waktu, bukan keamanan semata.
Trimester | Pertimbangan untuk memulai behel baru |
Trimester pertama | Banyak ibu hamil mengalami mual dan sensitif terhadap benda asing di mulut, sehingga proses pencetakan model gigi dan pemasangan bracket bisa terasa tidak nyaman. Prosedur non-mendesak, termasuk pemasangan behel baru, umumnya lebih baik ditunda ke trimester berikutnya. |
Trimester kedua | Umumnya periode paling nyaman. Mual sudah mereda pada banyak ibu hamil, dan perut belum terlalu besar untuk duduk lama di kursi perawatan. Banyak dokter gigi menyarankan periode ini untuk tindakan gigi elektif, termasuk pemasangan behel bila kamu memang berencana memulainya saat hamil. |
Trimester ketiga | Duduk dalam posisi berbaring lama menjadi kurang nyaman karena berat perut menekan pembuluh darah besar. Sesi yang panjang seperti pemasangan bracket pertama sebaiknya ditunda sampai setelah melahirkan, atau dijadwalkan dengan sesi yang lebih pendek dan posisi tubuh dimiringkan ke kiri. |
Kesimpulannya, kamu tidak dilarang memulai behel saat hamil, tetapi trimester kedua umumnya menjadi waktu yang paling nyaman untuk memulai. Keputusan akhir tetap sebaiknya didiskusikan bersama dokter gigi dan, bila kondisi kehamilanmu memerlukan perhatian khusus, dengan dokter kandungan.
Kenapa berkoordinasi dengan dokter kandungan tetap penting Meski behel sendiri tergolong aman, dokter gigi perlu mengetahui kondisi kehamilan kamu secara umum, termasuk usia kandungan dan apakah ada kondisi khusus seperti tekanan darah tinggi atau riwayat keguguran. Informasi ini membantu dokter gigi menentukan posisi duduk yang aman, durasi kunjungan yang sesuai, dan apakah ada penyesuaian lain yang diperlukan. Kamu tidak perlu membawa surat rujukan resmi, cukup sampaikan kondisi kehamilanmu secara terbuka saat konsultasi. |
Kondisi gusi yang perlu diperhatikan ekstra selama hamil
Perubahan hormon selama kehamilan, terutama peningkatan hormon progesteron dan estrogen, membuat gusi lebih rentan meradang dan mudah berdarah, kondisi yang dikenal sebagai gingivitis kehamilan. Ini terjadi terlepas dari apakah kamu memakai behel atau tidak, tetapi menjadi lebih penting diperhatikan saat memakai behel karena area di sekitar bracket memang lebih sulit dibersihkan.
- Tingkatkan kedisiplinan membersihkan sela sela bracket, karena plak yang menumpuk memperberat risiko peradangan gusi yang sudah meningkat akibat hormon kehamilan.
- Jangan mengabaikan gusi berdarah dengan asumsi itu hanya efek kehamilan biasa. Tetap laporkan ke dokter gigi, terutama bila disertai pembengkakan yang tidak biasa.
- Pertimbangkan kontrol kebersihan mulut tambahan di luar jadwal kontrol behel rutin, terutama bila gusi kamu mulai terasa lebih sensitif.
- Mual di pagi hari dapat meningkatkan risiko erosi gigi akibat asam lambung. Berkumur dengan air biasa setelah muntah, dan tunggu sebelum menyikat gigi, membantu mengurangi dampaknya pada permukaan gigi dan area sekitar bracket.
Behel dan menyusui
Setelah melahirkan dan selama masa menyusui, tidak ada batasan khusus terkait behel. Kontrol rutin, penyesuaian kawat, dan bahkan pemasangan baru dapat dilakukan seperti kondisi normal. Kekhawatiran yang kadang muncul biasanya lebih berkaitan dengan waktu dan energi ibu menyusui, bukan dengan keamanan medis.
- Bawa perlengkapan menyusui atau pompa ASI bila kunjungan diperkirakan berlangsung lama, dan sampaikan ke klinik bila kamu perlu jeda di tengah kunjungan.
- Jadwalkan kontrol di waktu yang sesuai dengan pola menyusui bayi kamu, untuk mengurangi kekhawatiran selama duduk di kursi perawatan.
- Obat pereda nyeri yang diresepkan setelah tindakan gigi tertentu umumnya memiliki pilihan yang aman untuk ibu menyusui, tetapi selalu informasikan status menyusui kamu ke dokter agar diberikan pilihan yang sesuai.
Perawatan ortodonti untuk ibu hamil dan menyusui di Mydents Dental Care
Mydents Dental Care melayani konsultasi, pemasangan, dan kontrol behel untuk ibu hamil dan menyusui di lima cabang, yaitu Pamulang, Bintaro Sektor 9, Pesanggrahan, Ciledug, dan Bekasi. Kami menyesuaikan posisi duduk, durasi kunjungan, dan jenis pemeriksaan penunjang berdasarkan usia kehamilan yang kamu sampaikan.
Sampaikan kondisi kehamilan atau menyusui kamu sejak awal konsultasi, termasuk usia kandungan dan kondisi kesehatan yang perlu diketahui, agar rencana perawatan dapat disesuaikan dengan tepat. Seluruh cabang buka setiap hari sampai malam, sehingga kamu dapat memilih waktu kunjungan yang paling nyaman.
 FAQ (Frequently Asked Questions)
Rontgen gigi menggunakan dosis radiasi yang sangat rendah dan dilakukan dengan pelindung timbal pada area perut. Meski begitu, sebagai bentuk kehati hatian standar, rontgen gigi yang tidak mendesak umumnya tetap ditunda sampai setelah melahirkan. Rontgen darurat karena keluhan yang membutuhkan penanganan segera tetap dapat dilakukan dengan proteksi yang sesuai, atas pertimbangan dokter.
Tidak perlu. Behel yang sudah terpasang aman dilanjutkan selama kehamilan. Yang perlu kamu lakukan adalah menginformasikan kehamilan kamu ke klinik agar jadwal dan jenis pemeriksaan disesuaikan.
Beberapa ibu hamil melaporkan gusi lebih sensitif dan mudah lelah duduk lama, tetapi prosedur kontrol itu sendiri tidak berubah. Sampaikan ke dokter bila kamu memerlukan jeda atau perubahan posisi selama kunjungan.
Beberapa jenis obat pereda nyeri tidak dianjurkan selama kehamilan. Selalu informasikan kehamilan kamu sebelum menerima resep apapun, dan tanyakan pilihan yang aman sesuai usia kandungan kamu.
Bila kamu sedang berada di trimester pertama dengan keluhan mual yang berat, atau trimester ketiga dengan kondisi perut yang sudah besar, menunggu ke periode yang lebih nyaman umumnya menjadi pilihan yang lebih baik, kecuali ada pertimbangan lain yang mendesak.
Siap untuk wujudkan senyum idealmu?
Yuk konsultasi dengan dokter gigi ahli kami 🙂
Artikel Lainnya
Gigi Berlubang Besar: Dipertahankan dengan Perawatan Saluran Akar atau Dicabut? Kerangka Keputusan Beserta Konsekuensi Jangka Panjangnya

Bracket Lepas atau Kawat Behel Patah? Ini Pertolongan Pertama

Promo Cabut Gigi September: “SEMANGAT” – Mydents Dental Care

Promo Gigi Palsu September: “SEMANGAT” – Mydents Dental Care

Promo Perawatan Gigi Anak September: “SEMANGAT” – Mydents Dental Care

Promo Tambal Gigi September: “SEMANGAT” – Mydents Dental Care

Promo Scaling dan Bleaching Gigi September: “SEMANGAT” – Mydents Dental Care
Siap untuk wujudkan senyum idealmu?
Yuk konsultasi dengan dokter gigi ahli kami 🙂